Transfer Daerah Terpangkas Vaksin

Kamis, 17 Desember 2020 15:50
Belum ada gambar

Presiden Joko Widodo memutuskan vaksin Covid-19 gratis untuk semua masyarakat. Keuangan Sulsel dianggap tak terganggu siginifikan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Pemerintah Pusat sudah memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah sejak awal. Setelah pemerintah memutuskan untuk menggratiskan vaksinasi, kebijakan itu diharapkan tak lagi memengaruhi stimulus ke daerah. Dana daerah tak lagi dipangkas.

Kepala Badan Keuangan dan Aset (BKAD) Sulsel Muhammad Rasyid mengatakan pemerintah pusat sudah memangkas DAU Sulsel sebesar Rp240 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pos penanganan Covid-19. Salah satunya untuk vaksinasi.

Rencana untuk menggratiskan pemberian vaksin sudah diantisipasi sejak awal. "Makanya ada anggaran transfer yang dipangkas. Salah satunya sebagai persiapan untuk pemberian vaksin secara gratis ke masyarakat," bebernya kepada FAJAR, Rabu, 16 Desember.

Pun jika ada perubahan, menurutnya tak akan besar. Apalagi, Pemerintah pusat sudah menetapkan dana transfer ke daerah. Dia yakin tak ada pemangkasan anggaran lagi.

Jika pusat menanggung vaksin, daerah akan menanggung biaya operasionalnya. Dana tidak terduga sudah disiapkan untuk antisipasi penanganan Covid-19. Termasuk di dalamnya operasional vaksin. Mulai dari pengangkutan, penyaluran, hingga layanan pemberian vaksin kepada masyarakat.

Dana tidak terduga telah disiapkan sebesar Rp150 miliar. Pemprov masih menunggu evaluasi Kemendagri atas penyiapan pagu anggaran tersebut. Jika pusat meminta agar anggaran dinaikkan, pihaknya tentu akan menambahnya.

Bagaimana dengan kabupaten/kota? Pihaknya meminta agar daerah menyiapkan anggaran serupa. Terutama untuk proses vaksinasi hingga level terbawah di puskesmas. Pemprov dan kabupaten/kota saling mendukung.

Siapkan Dana

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari mengatakan pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran Rp8 miliar pada APBD 2021 mendatang. Anggaran ini dialokasikan untuk operasional vaksinasi hingga tambahan satu Cold Chain untuk penyimpanan vaksin.

Saat ini, satu ruang penyimpanan sudah disiapkan di Kantor Dinas Kesehatan Sulsel. Setidaknya membutuhkan satu tambahan ruangan lagi untuk menyimpan jatah vaksin nantinya.

"Anggaran juga sudah kami siapkan untuk operasional vaksinasi tahun depan," bebernya.

Pakar Epidemiologi Unhas Prof Ridwan Amiruddin mengapresiasi langkah pemerintah pusat untuk menggratiskan vaksin untuk masyarakat. Semestinya, pemerintah pusat memang menjamin agar masyarakatnya sehat dan terbebas dari Covid-19.

Salah satunya untuk vaksinasi. Dia juga meminta agar fokus proses vaksinasi dilakukan selama dua bulan pertama tahun 2021. Meski bertahap, tetapi pemberian vaksin untuk masyarakat diharapkan bisa rampung dalam kurun waktu tersebut.

"Ini dilakukan agar efeknya lebih cepat. Karena ada masa pembentukan antibodi. Kita berharap, proses vaksin tak berjalan lama, agar masyarakat secara bersamaan langsung merasakan manfaatnya,” tambahnya. (ful/rif-zuk)

Presiden Joko Widodo memutuskan vaksin Covid-19 gratis untuk semua masyarakat. Keuangan Sulsel dianggap tak terganggu siginifikan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Pemerintah Pusat sudah memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah sejak awal. Setelah pemerintah memutuskan untuk menggratiskan vaksinasi, kebijakan itu diharapkan tak lagi memengaruhi stimulus ke daerah. Dana daerah tak lagi dipangkas.

Kepala Badan Keuangan dan Aset (BKAD) Sulsel Muhammad Rasyid mengatakan pemerintah pusat sudah memangkas DAU Sulsel sebesar Rp240 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pos penanganan Covid-19. Salah satunya untuk vaksinasi.

Rencana untuk menggratiskan pemberian vaksin sudah diantisipasi sejak awal. “Makanya ada anggaran transfer yang dipangkas. Salah satunya sebagai persiapan untuk pemberian vaksin secara gratis ke masyarakat,” bebernya kepada FAJAR, Rabu, 16 Desember.

Pun jika ada perubahan, menurutnya tak akan besar. Apalagi, Pemerintah pusat sudah menetapkan dana transfer ke daerah. Dia yakin tak ada pemangkasan anggaran lagi.

Jika pusat menanggung vaksin, daerah akan menanggung biaya operasionalnya. Dana tidak terduga sudah disiapkan untuk antisipasi penanganan Covid-19. Termasuk di dalamnya operasional vaksin. Mulai dari pengangkutan, penyaluran, hingga layanan pemberian vaksin kepada masyarakat.

Dana tidak terduga telah disiapkan sebesar Rp150 miliar. Pemprov masih menunggu evaluasi Kemendagri atas penyiapan pagu anggaran tersebut. Jika pusat meminta agar anggaran dinaikkan, pihaknya tentu akan menambahnya.

Bagaimana dengan kabupaten/kota? Pihaknya meminta agar daerah menyiapkan anggaran serupa. Terutama untuk proses vaksinasi hingga level terbawah di puskesmas. Pemprov dan kabupaten/kota saling mendukung.

Siapkan Dana

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari mengatakan pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran Rp8 miliar pada APBD 2021 mendatang. Anggaran ini dialokasikan untuk operasional vaksinasi hingga tambahan satu Cold Chain untuk penyimpanan vaksin.

Komentar

VIDEO TERKINI