Masih Suasana Pandemi, IPI Gowa Laksanakan Wisuda Pertama

Jumat, 18 Desember 2020 17:53
Belum ada gambar

Suasana wisuda IPI Gowa.

FAJAR.CO.ID — Dengan protokol kesehatan yang ketat, sebanyak 84 sarjana Institut Parahikma Indonesia (IPI) diwisuda pada sidang senat terbuka luar biasa, Kamis (17/12/2020).

Wisudawan terdiri dari Prodi Ekonomi syariah (EKSYAR), mahasiswa yang diwisuda sebanyak 39 orang, dari prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI) sebanyak 22 orang, dan sebanyak 23 orang dari prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Mereka adalah mahasiswa/i angkatan I yang berhasil menyelesaikan studinya, yang menjadi saksi sejarah berdirinya kampus ini. Tawa, tangis haru, serta panjatan doa mewarnai kegiatan wisuda perdana yang dihelat di Institut Parhikma Indonesia.Para undangan yang hadir diantaranya adalah para orang tua alumni, Sekretaris KOPERTAIS wil. VIII, Kadis Pendidikan Kabupaten Gowa mewakili bupati, pihak Yayasan Parahikma, beserta seluruh jajaran sivitas akademika Institut Parahikma Indonesia.

Salah satu pihak yayasan yakni Prof Muh Yaumi memuji kualitas wisudawan. Dalam sambutannya dia mengatakan, input mahasiswa IPI itu adalah sisa-sisa perguruan tinggi lainnya, termasuk UIN Alauddin Makassar.

“Dari pengalaman saya sebagai penguji eksternal waktu itu, saya berpikir kok bisa mahasiswa-mahasiswa yang bukan dari prodi bahasa inggris bisa bahasa inggris semua? Bukan hanya itu, mereka jug tahu budaya yang ada di luar negeri. Ternyata 25% dosen-dosennya adalah lulusan dari luar negeri yang studi di sana dengan beasiswa Fulbright. Kelemahan kampus ini adalah belum banyak dikenali orang. Tapi kalau begini alumninya, maka mereka akan berbondong-bondong kuliah di IPI,” katanya.

Meskipun di masa pandemi, para keluarga wisudawan/wati turut bersuka cita datang ke Hotel Four Points by Sheraton guna mendampingi ananda tercinta. Mereka mempercayakan pihak panitia wisuda dan pihak hotel yang sangat mengutamakan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

Tak semua wisudawan mujur didampingi oleh keluarga, ada di antaranya keluarganya tidak sempat datang karena lokasi yang jauh dari rantau, faktor kesehatan, dan takdir yang berbeda.

Seperti yang dialami oleh alumni terbaik ke-3 yakni Mursyidin Yusuf, salah satu mahasiswa yang mengharumkan nama IPI dalam ajang SUSI Program di Amerika beberapa tahun silam. Di sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris, dia bercerita tentang ayahnya yang sudah lama meninggal, dan ibunya yang awalnya pesimis menguliahkan karena faktor finansial.

Kisah lain pun disampaikan oleh wisudawan terbaik 1, yakni Muhammad Ilham. Dia menyampaikan, saat pertama kali masuk di IPI, dia tidak suka bahasa Inggris.”Namun setelah lama belajar di IPI justru asumsi saya berubah. Pernah saya ke Kediri, Pare, untuk belajar bahasa Inggris. Ternyata setiba di sana, saya justru ditunjuk untuk menjadi tutor,” katanya.

Ilham juga telah menerbitkan buku pembelajaran bahasa Inggris, dan menjadi pembina di asrama kampus yang mengajarkan bahasa Inggris ke junior-juniornya.

Di sela acara wisuda ini, para alumni mengucapkan ikrar alumni. Besar harapan pihak institusi kepada para alumni, yang nantinya mengharumkan nama baik almamater dimanapun mereka berada. Dengan bekal Trilogi IPI yakni Bahasa Inggris, ICT, dan spiritual wisdom, serta profesionalisme prodi, alumni bisa bersaing dengan luaran kampus lain baik dari dalam dan luar negeri. (rls)

Komentar

VIDEO TERKINI