Begini Suasana Banjir di Antang, Warga Mulai Mengungsi

Senin, 21 Desember 2020 13:10

Warga mengevakuasi barang dari rumahnya yang terendam banjir di kompleks Perumnas Antang Blok XIII, Kecamatan Manggala, Makassar, Senin, 21 Desember. Hujan yang mengguyur Makassar beberapa hari ini dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir tak terhindarkan di beberapa tempat. Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin mengunjungi korban banjir dilokasi pengungsian. IDHAM AMA/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Warga di Kawasan kompleks Perumnas Antang Blok XIII, Kecamatan Manggala, Makassar mulai mengungsi, Senin 21 Desember 2020. Mereka mengevakuasi barang dari rumahnya untuk dititip di tetangga.

Hujan yang mengguyur Makassar beberapa hari ini dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir tak terhindarkan di beberapa tempat.

Banjir mulai merendam wilayah itu sejak hujan deras mengguyur kota Makassar awal pekan lalu. Area paling parah terdampak banjir adalah Kodam 3, Blok 10 Antang, dan Kelurahan Bontoala Kecamatan Manggala.

Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mengimbau masyarakat untuk siaga. Proses evakuasi bahkan sudah dilakukan sejak Sabtu, 19 Desember lalu.

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin mengunjungi korban banjir dilokasi pengungsian.

Sekretaris BPBD Makassar, Khaeruddin mengatakan, tim gabungan telah diturunkan. Termasuk dari SAR dan PMI Kota Makassar.

“Terhitung sejak sore, total ada tiga titik evakuasi hari ini (kemarin). Jumlah personel tim yang diturunkan sebanyak 33 orang. Sementara di Blok 10 Antang warga mulai mengungsi,” ujarnya.

Dg Awing sapaanya, menjelaskan saat proses evakuasi dilakukan, timnya menurunkan peralatan lengkap. Termasuk perahu karet dan peralatan medis.

Pantauan FAJAR, sejak pagi kemarin genangan sudah mengepul di depan Kantor Gubernur Sulsel di Jl Urip Sumoharjo. Membuat arus lalu lintas tesendat, terutama dari arah Fly Over. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa.

Sementara, dari arah Panaikang, setengah badan jalan sudah terendam air. Sehingga, kendaraan yang melintas bertumpu menjadi satu lajur. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Bahkan, beberapa kendaraan yang berusaha menerobos air terpaksa terjebak di tengah jalan. Mesinnya tiba-tiba mati. Sebagian berusaha mendorong. Namun, ada pula yang pasrah menunggu kendaraan kembali normal.