Industri Penerbangan Perlahan Bangkit, Mulai Gencar Buka Rute Baru

Senin, 21 Desember 2020 13:56
Belum ada gambar

Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur ke pesawat Citilink di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, di Maros, Minggu, 6 Desember 2020. --IDHAM AMA/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Industri penerbangan mulai bangkit. Sejumlah rute baru dibuka ke Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Maskapai penerbangan Citilink misalnya, sudah membuka penerbangan perdana dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya menuju Bandar Udara Sentani, Jayapura. Anak usaha Garuda Indonesia itu menggunakan pesawat besar Airbus A320.

“Ini merupakan rangkaian dari program Citilink merambah ke Timur Indonesia,” ujar Vice President Corporate Secretary & CSR Citilink, RestyKusandarina, Minggu (20/12/2020) kemarin menambahkan penerbangan rute Surabaya-Jayapura ini beroperasi setiap hari.

Sebelumnya, Citilink juga mengembangkan konektivitas di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kami mengutamakan kemudahan mobilitas masyarakat maupun melancarkan pendistribusian logistik,” tambah Resty.

Pada Oktober lalu, Citilink Indonesia juga terbang perdana ke Bandara Toraja dengan pesawat ATR 72. Citilink melayani penerbangan Makasar-Toraja tiga kali sepekan.

Sementara maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga telah membuka 20 rute domestik baru pada November 2020 lalu. Pembukaan rute baru ini merupakan komitmen Garuda Indonesia untuk memberikan kemudahan serta pelayanan terbaik bagi pelanggannya.

“Masa adaptasi kebiasaan baru ini kita buka banyak rute baru,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Kawasan Timur Indonesia (KTI) memiliki modal yang kuat untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Sebab semua infrastruktur pendukung tersedia di wilayah ini. Terutama di Sulsel yang saat ini memperluas bandara.

Sebagai hub KTI, Bandara International Sultan Hasanuddin menjadi bandara tersibuk keempat di Indonesia. Ke depan akan terus meningkat pesat. (*)

  • Reporter: Abadi Tamrin
  • Editor: M Takdir Ridwan

Komentar

VIDEO TERKINI