Museum Karst Terapkan Sistem Digitalisasi

Rabu, 30 Desember 2020 08:59
Belum ada gambar

Salah satu geosite kawasan karst Maros-Pangkep yang memiliki jejak lukisan tertua di dunia ini terletak di Gua Bulu Sipong, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. (SAKINAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Museum Karst di Kabupaten Pangkep berbenah. Museum yang terletak di kompleks Rujab Bupati Pangkep itu akan tampil lebih digital.

Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep, Faridah mengatakan, kini pembenahan museum sementara dilakukan oleh tim bersama petugas karst Maros-Pangkep.

“Sebelumnya memang sudah ada peninggalan-peninggalan dan jejak di museum karst kita ini. Saat ini, ada penambahan isinya, kesannya lebih digital. Tetapi fungsinya tetap sama sebagai museum,” paparnya, Selasa, 29 Desember.

Penanggungjawab Museum Karst Pangkep, Akmaluddin menceritakan, awalnya museum ini berdiri di Kawasan Wisata Mattampa pada 2005 lalu. Namun direlokasi ke Rujab Bupati Pangkep pada 2008.

Alumni Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin ini menjelaskan, ada puluhan artefak peninggalan masa lampau yang ditemukan dalam gua yang ada di Kabupaten Pangkep. Berupa batu, logam, dan perlengkapan sehari-hari yang digunakan masyarakat pada zaman itu.

Dalam museum itu ada juga deretan dokumentasi leang atau gua yang ada di Kabupaten Pangkep. Seperti Leang Bulu Ballang yang menyajikan dokumentasi lukisan menyerupai penyu di dinding gua, Leang Sumpang Bita, Gunung Lante Angoro, Leang Lasitae, Leang Kassi, Leang Lompoa, dan masih banyak lagi puluhan foto gua lainnya.

Artefak yang dipajang ini juga disebut ada yang berasal dari Tiongkok, Vietnam, dan Thailand berupa keramik. Bahkan lukisan yang dipajang yang merupakan dokumentasi dari leang itu, diperkirakan berusia 40 ribu tahun yang lalu.

“Koleksi foto yang kita pajang ada 50 unit. Itu terbagi atas tiga kategori foto. Terkait foto gua prasejarah, foto flora dan fauna, serta foto industri karst,” ungkapnya. (fit/yuk)

Komentar

VIDEO TERKINI