Balang Tonjong Hanya Ramai Dibahas, Tak Ada Solusi Real Pembenahan

Selasa, 5 Januari 2021 18:10

Kondisi Danau Balang Tonjong

Pakar Tata Kota Universitas Hasanuddin (Unhas), Rita Lopa mengatakan, 50 tahun ke depan, saluran drainase yang ada saat ini tidak relevan lagi. Bisa kelebihan muatan. Konektivitas saluran sekunder ke primer pun butuh perencanaan baru.

Makanya, kata dia, pemerintah mesti bisa memetakan kawasan yang saat ini belum terbanguni. Jangan asal-asalan. Utamanya, pada daerah yang dahulu merupakan rawa. Itu tempat penyimpanan air yang tak boleh diganggu.

Kawasan Danau Balang Tonjong dinilainya cukup efektif jika dimaksimalkan. Rita mengatakan, tempat ini adalah sumur resapan Kota Makassar. Namun cenderung tidak dilirik secara serius.

Di sinilah diperlukan master plan. Daerah mana saja yang bisa ditimbun. Lalu mana yang perlu dijaga. Kata dia, pemerintah harus bisa menyelamatkan Makassar dari banjir.

“Sebenarnya itu melanggar karena kita merebut daerah resapan yang mestinya bisa dimanfaatkan,” ungkap Rita.

Untuk perencanaan jangka panjang, memang perlu kajian yang matang. Namun, ini penting dirancang mulai dari sekarang. Balang Tonjong harusnya bisa dimaksimalkan. “Investasi ke saluran-saluran itu mesti diperkuat mempertimbangkan potensi pembangunan 50 tahun bahkan 100 tahun ke depan,” sambungnya.

Banyak Alternatif

Pemkot Makassar punya banyak alternatif. Salah satunya Danau Balang Tonjong. Potensi yang terlupakan, yang mesti bisa mengatasi masalah yang membelit. Tamu tahunan yang tak diinginkan; banjir.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar sesungguhnya punya niatan agar Danau Balang Tonjong bisa segera dibenahi. Namun ada persoalan besar yang belum tuntas.

“Dari zaman Pak Ilham Arief Sirahuddin (IAS). Masalahnya itu lahan. Siapa yang punya wewenang,” ujar Hasrul, Tim Survei Lokasi PSDA Drainase Makassar, Senin, 4 Januari.

Komentar

VIDEO TERKINI