Vaksinasi Covid-19 Dalam Perspektif Komunikasi Publik

Selasa, 5 Januari 2021 17:52

Oleh Irnawati, M.Ikom Dosen Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar)

Pemerintah telah mengumumkan bahwa vaksinasi Covid-19 akan dimulai pertengahan Januari 2021. Saat ini, Indonesia telah memperoleh vaksin 3 juta dosis buatan perusahan Sinovac, Tiongkok.

Pelaksanaan tahap awal akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan sebagai kelompok yang rentan tertular.

Vaksinasi tentunya menjadi kabar gembira sekaligus menjadi harapan mengakhiri pandemi.

Meski demikian, program vaksinasi ke masyarakat bukanlah perkara yang mudah. Terlebih vaksin Covid 19 sebelumnya banyak diperbincangkan dan menuai pro kontra publik. Mulai dari kandungan di dalamnya, label halal-haram, serta akibat yang ditimbulkan, begitu pun keraguan lainnya.

Hal itu tidak terlepas dari munculnya berita palsu atau hoaks yang membuat masyarakat enggan menjalani vaksinasi tersebut.

Menangkal anggapan itu, Presiden RI Joko Widodo mengistruksikan jajarannya mematangkan komunikasi publik. Diharapkan bisa mengurangi disinformasi dan penyebaran hoaks di berbagai platform media.

Arahan Jokowi selaras dengan konsep komunikasi publik. Menurut Dennis Dijkzeul dan Markus Moke dalam buku Public Communication Strategies of International Humanitarian Organizations, komunikasi publik didefinisikan sebagai kegiatan dan strategi komunikasi yang ditujukan kepada khalayak sasaran.

Adapun tujuan komunikasi publik adalah untuk menyediakan informasi kepada khalayak sasaran dan untuk meningkatkan kepedualian dan mempengaruhi sikap atau perilaku khalayak sasaran.

Sementara itu, Judy Pearson dan Paul Nelson mendefinisikan komunikasi publik atau public speaking sebagai proses menggunakan pesan untuk menimbulkan kesamaan makna dalam sebuah situasi dimana seorang sumber mentransmisikan sebuah pesan ke sejumlah penerima pesan yang memberikan umpan balik berupa pesan atau komunikasi nonverbal dan terkadang berupa tanya jawab.

Dalam komunikasi publik, sumber menyesuaikan pesan yang dikirimkan kepada penerima pesan dalam rangka untuk mencapai pemahaman yang maksimal.

Terkadang, secara virtual penerima pesan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh sumber pesan atau bahkan tidak mengerti sama sekali.

Selain soal pemahaman pesan, hal lain yang juga penting terkait komunikasi publik yaitu kemampuan membendung hoax.

Komunikasi publik yang efektif akan mampu mengimbangi beredarnya informasi palsu, disinformasi dan isu yang salah terkait suatu hal.

Olehnya, sebaiknya dilakukan melalui berbagai kanal media yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kaitannya dengan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19, ada tiga catatan yang perlu dilakukan pemerintah.

Pertama, informasi terkait rencana vaksinasi perlu disampaikan sejak awal. Pejabat yang berwenang harus berbicara secara langsung kepada publik. Hal ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.

Kedua, Instansi yang berwenang yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) perlu melakukan tindakan tegas terhadap konten media sosial terkait Covid-19 yang terindikasi hoax. Mata rantai hoaks perlu diputus agar tidak berlanjut dan yang berimplikasi terhadap opini publik.

Terakhir, peran website https://covid19.go.id dan kanal media sosial lain milik pemerintah perlu dimaksimalkan. Catatan, masukan, saran, maupun kritik yang disampaikan melalui kolom komentar perlu dijawab sebagai bentuk pencerahan. Jika perlu, ditindak lanjuti.

Informasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perlu masif disampaikan kepada para jurnalis. Media diyakini bisa mengambil peran untuk mengedukasi publik sehingga menjadi paham dan mampu berpartisipasi dalam program vaksinasi tersebut.

Tentunya keberhasilan program vaksinasi Covid-19 bergantung pada banyak faktor. Komunikasi publik menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut.

Jika dipersiapkan dengan baik, dengan strategi yang matang, serta monitor dan evaluasi yang berkesinambungan, komunikasi publik yang akan berpengaruh positif pada tingkat pengetahuan, pemahaman, dan partisipasi warga dalam program tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia harapannya akan berjalan dengan baik dan lancar. (*)

Komentar

VIDEO TERKINI