Tahan Hibah Hotel-Restoran, Dispar Makassar Persulit Pengusaha

Senin, 11 Januari 2021 09:37

“Untuk pemkot, akhirnya jadi kelihatan bagaimana kinerja pelayanan yang dilakukan pada sektor usaha pariwisata. Ini bukan hanya Dispar Makassar tetapi juga OPD lain terkait perizinan usaha. Dalam situasi ini semua harus dipermudah dan tentu saja harus sesuai aturan dan mekanisme,” terangnya.

Banyak AlasanKepala Seksi Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar, Safaruddin mengungkapkan, pemkot punya tiga kendala besar mengapa dana hibah pariwisata belum sempat dicairkan.

Penerimaan dana hibah tahap pertama semestinya dicairkan pada 16 Desember 2020. Hanya saja, waktu itu dianggap sangat singkat dengan batas pencairan pada 30 Desember.

“Tinggal beberapa hari kerja sebelum tahun anggaran berakhir karena adanya libur dan cuti bersama,” ucap dia, Minggu, 10 Januari.

Dia juga mengaku sangat berhati-hati terkait pelaksanaan juknis dana hibah terhadap Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Termasuk mematuhi persyaratan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Dalam hal ini, pihaknya menyebut telah berupaya secara maksimal. Hotel dan restoran diberi kesempatan merampungkan seluruh dokumen administrasi. Termasuk dokumen pariwisata maupun keuangan hingga 30 Desember.

“Namun akan sangat riskan bila dicairkan pada tanggal tersebut dan rawan menjadi temuan dari pihak pemeriksa,” kata dia.

Alasan lainnya, penyebaran Covid-19 yang kian masif. Banyak pejabat di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani bantuan dana hibah terpapar Covid-19. “Sehingga mempengaruhi kinerja penyelesaian dokumen verifikasi berkas dan dokumen pencairan,” sambungnya.

Di Makassar, tercatat ada 448 hotel dan 1.293 restoran. Dari situ, tidak cukup setengahnya yang menyetorkan permohonan sebagai calon penerima manfaat. Sampai saat ini, baru ada 50 hotel dan 19 restoran yang lolos verifikasi.

Komentar

VIDEO TERKINI