Kanal Selatan CPI Berfungsi Ganda, Sirkulsi Air dan Destinasi Wisata

Selasa, 12 Januari 2021 12:23

Kanal ini akan dimanfaatkan untuk pusat wisata air di sekitaran kawasan CPI.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengerukan kanal Selatan Center Point of Indonesia (CPI) akhirnya rampung. Selain sebagai fungsi sirkulasi, kanal ini akan dimanfaatkan untuk pusat wisata air di sekitaran kawasan CPI.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menandai, rampungnya pengerukan kanal di sebelah kawasan rekalamsi tersebut, Senin 11 Januari. Tumpukan tanah timbunan dengan panjang lima meter sengaja disisakan, untuk acara seremonial yang digelar kemarin.

Jajaran Forkopimda Sulsel pun turut hadir dalam acara tersebut. Tiga unit alat berat dikerahkan, untuk membuka akses kanal tersebut. Tambahan satu unit excavator amphibia yang melakukan pengerukan agar saluran bisa lebih dalam.

Nurdin mengatakan, satu masalah yang selama ini dikeluhkan warga bisa terselesaikan. Kondisi aroma tak sedap di sekitaran perairan Pantai Losari, membuat masyarakat enggan datang. Tekanan dari masyarakat para tokoh pun tak berhenti.

“Terkait bau Pantai Losari yang semakin tidak menyenangkan, makanya kami awalnya kumpulkan seluruh jajaran Forkopimda termasuk kepala BPN, jadi butuh waktu yang agak panjang,” bebernya kemarin.

Persoalan lahan pun sempat membelit. Beruntung, kata Nurdin, para pengusaha sepakat untuk menghibahkan tanahnya menjadi fasilitas umum (Fasum). Awalnya sisa GMTD yang bersedia dibebaskan, namun lahannya harus dibeli oleh pemprov. Belakangan GMTD juga bersedia menyerahkan tanahnya.

Fungsi ganda pun menjadi target penataan untuk kanal tersebut. Sebagai pusat wisata baru, yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Nurdin yakin akan banyak usaha baru yang muncul dari pemanfaatan kanal tersebut.

Selain itu, ada fungsi untuk memperlancar sirkulasi air di sekitaran pantai Losari. Nurdin pun menjamin, apa yang dirasakan masyarakat saat ini tak lagi terjadi. Kondisi air di depan anjungan pun lebih lebih jernih serta tidak berbau.

“Saya juga berpesan kepada pak wali, camat, dan lurah mohon sampah jangan sampai dibuang di kanal. Buanglah para tempatnya karena fungsi utama saluran ini untuk sirkulasi air laut,” pintanya.

Nurdin menambahkan, setelah ini pihaknya akan berkomunikasi dengan Balai Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Utamanya untuk membuka akses Kanal Terusan Jongaya, agar sirkulasi air bisa lebih lancar.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, sirkulasi air pasti membutuhkan waktu. Apalagi, kata dia, pembukaan baru dilakukan kemarin. Air yang ada di Losari tak langsung terganti dengan air laut yang akanmasuk.

Kata Rudy, pekerjaan kanal sepanjang 530 meter ini hanya dilakukan selama sebulan. Selama pengerjaan ada total 40 ribu meter kubik tanah yang berhasil dipindahkan.

“Kita juga targetkan ini bisa menjadi pusat wisata baru. Makanya kami berharap, ini bisa dikembangkan menjadi pusat wisata baru. Selain itu kami meminta investor, untuk membangun tanggul mencegah tanah masuk,” tambahnya.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUTR Sulsel, Haeruddin mengatakan, saat pasang, sirkulasi air masuk akan terjadi. Hal tersebut biasanya terjadi secara alami pada malam hari. Sementara, untuk air keluar akan terjadi saat laut surut.

“Kanal juga kita sudah antisipasi agar bisa menampung lebih besar. Makanya kedalamnya dari 3,5 sampai 5 meter. Kemudian lebar kanal 30 meter, sehingga bisa jadi akses bagi nelayan dari TPI Rajawali, tak perlu lagi lewat depan Losari,” katanya. (ful/iad)

Komentar

VIDEO TERKINI