Bantaeng Kabupaten Pertama di Sulsel Lakukan Musrembang Perubahan RPJMD

Rabu, 13 Januari 2021 21:01

IST

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Kabupaten Bantaeng di tangan Ilham Syah Azikin sebagai Bupati menggelar Musrembang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 – 2023, di Balai Kartini, Kelurahan Pallantikan, Kecamatan Bantaeng, (13/1/2021).

Dalam kegiatan itu hadir Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Junaedi mewakili Pemprov Sulsel.

“Kami dari Bapelitbangda Sulsel ingin menyampaikan apresiasi dan terim kasih. Kenapa, karena Bantaeng ini menjadi kabupaten yang pertama di Sulsel yang melakukan perubahan RPJMD,” kata dia.

Di mengatakan, perubahan RPJMD Bantaeng menjadi sebuah langkah maju yang sangat baik. Namun kata dia, akan menjadi konsekuensi bahwa akan banyak Kabupaten yang melakukan studi komparatif di Bantaeng.

“Saya kira ini menjadi sebuah langkah maju yang sangat baik, cuman memang, ini akan menjadi konsekuensi Pak Bupati akan banyak kabupaten yang melakukan studi komparatif di sini (Bantaeng). Ya karena seperti itu. 10 kabupaten lain yang bersamaan RPJMD nya akan melakukan ini sebagai kiblat,” katanya.

Dia juga mengatakan, agar Bappeda Bantaeng untuk bersiap dan senantiasa menyiapkan dan mematuhi protokol kesehatan. “Pak Gubernur dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa ekonomi dan kesehatan sama – sama penting. Karena kalau ekonomi tidak bergerak, imun juga akan turun saya kira kesehatan juga akan terganggu,” kata dia.

Dia juga mengapresiasi pertemuan – pertemuan seperti ini, karena minimal ada UMKM yang bergerak. Misalkan usaha catering dan lain lain sebagainya.

Junaedi juga menyampaikan beberapa informasi sebagai masukan terhadap penyempurnaan dokumen RPJMD Kabupaten Bantaeng. Tidak bisa dipungkiri tekanan akibat pandemi Covid-19 di Sulsel dalam sejarah kalau dibandingkan dengan krisis ekonomi tahun 1997 dan 1998 Sulsel ini tidak pernah kontraksi hingga di bawah 0 persen.nDi tahun 1997 dan 1998 kita masih tetap tumbuh 2 sampai 3 persen. Namun tekanan akibat pandemi di kuartal dua Sulsel kontraksi hingga 3,8 persen.

Komentar

VIDEO TERKINI