Tunggu Swab, Adnan Tunda Divaksin

Jumat, 15 Januari 2021 10:19

Petugas kesehatan mengecek tekanan darah Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Sebelum melakukan vaksin di halaman RSUD Syekh Yusuf, Gowa, Kamis, 14 Januari. (rudiansy ah/fajar)

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Halaman RSUD Syekh Yusuf ramai. Pejabat publik, antre untuk disuntikkan vaksin sinovac, Kamis, 14 Januari.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sudah siap untuk divaksin menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hasilnya sehat. Tidak ada riwayat penyakit jantung, rematik, kanker, gula, dan lainnya.

Akan tetapi, salah satu keluarga terdekat Adnan terkonfirmasi positif Covid-19. Beberapa hari yang lalu, ia telah menjalani swab test. Harus menunggu hasil pemeriksaannya terlebih dahulu, baru bisa mengambil keputusan. Bisa atau tidak divaksin.

“Namun setelah dilakukan screening, saya tidak layak. Karena salah satu keluarga terdekat terkonfirmasi Covid-19 beberapa waktu lalu. Harus menunggu hasil pemeriksaan Swab dulu,” kata Adnan setelah gagal divaksin, kemarin.

Karena vaksinasi tertunda, Adnan meminta agar jatah vaksin disimpan untuk dirinya hingga ada hasil Swab keluar. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyiapkan diri. Jangan ada rasa takut untuk divaksin. Sangat aman. Apalagi, sudah melalui uji klinis sebanyak tig kali.

“BPOM mengaku vaksin aman dan Fatwa MUI menetapkan halal. Apalagi, Brazil dan Turki juga menggunakan dengan tingkat efektivitas rata-rata 70 sampai 90 persen. Data ini menurut WHO, vaksin sudah bisa direkomendasikan untuk digunakan,” jelasnya.

Setelah Adnan, Ketua DPRD Gowa Rafiuddin Raping bersama Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto melakukan pemeriksaan kesehatan. Dokter juga menganjurkan agar menunggu hasil pemeriksaan Swab keluar terlebih dahulu.

Dokter Poli Interna RSUD Syekh Yusuf, dr. Andi Rahmat Hidayat, mengatakan, hasil swab seseorang harus diketahui terlebih dahulu sebelum melakukan vaksin. Hal ini penting karena menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti vaksin.

Hasil swabnya pun harus negatif dari Covid-19 atau tidak pernah terkonfirmasi Covid-19. “Ditunda dulu sambil menunggu hasil swab keluar. Nanti setelah keluar dan dilakukan screening kembali lalu kemudian memenuhi kriteria, baru bisa ikut vaksin,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI