Apersi Sulsel Bergerak Bantu Korban Gempa Sulbar, Sudah Rp66 Juta Terkumpul

Sabtu, 16 Januari 2021 16:25

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-Pengurus Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman   Seluruh Indonesia (Apersi) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan rapat di salah satu kafe di Kompleks Citraland, Makassar, Sabtu (16/01/2021).

Rapat ini membahas teknis penyerahan sumbangan untuk korban bencana alam gempa bumi di Mamuju, Sulbar. Apersi Sulsel sedang mengumpulkan sumbangan untuk para korban gempa yang dikelola devisi yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan yakni APERSI Peduli.

APERSI Peduli aktif melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan setiap ada event atau peristiwa tertentu. Sebelumnya, APERSI Peduli  mekakukan pengumpulan dan penyaluran  bantuan untuk korban gempa dan tsunami Palu,  banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, banjir di Gowa dan Makassar,  bantuan korban kebakaran di beberapa daerah seperti Pinrang, dan lainnya.

 APERSI Peduli juga selalu melakukan kegiatan di bulan Ramadhan seperti  penyerahan rumah tahfidz, buka puasa bersama anak yatim, pemberangkatan ibadah umrah kepada para guru mengaji, imam masjid, marbot, dan lainnya. Semua sumbangan ini dikumpulkan dari anggota Apersi.

Untuk membantu korban gempa di Mamuju dan Majene, APERSI  Peduli kembali melakukan pengumpulan melalui WhatsApp Group anggota Apersi Sulsel. Hingga kemarin, dana yang sudah terkumpul  mencapai Rp 66.000.0000.Menariknya, sejumlah anggota Apersi  dari seluruh Indonesia juga ikut berpartisipasi seperti  Apersi Aceh, Medan, Jakarta, Banteng, Kendari, Kaltim,  dan lainnya. Mereka menyumbang baik secara lembaga , maupun secara pribadi.

Sekretaris Apersi Sulsel, H Akbar Yusuf SH, yang memimpin rapat, mengatakan, awalnya, bantuan ini akan diantar secara langsung ke para korban. Namun, rapat memutuskan bahwa kondisi alam dan keamanan tidak memungkin.

Informasi yang diperoleh dari lapangan menyebutkan bahwa bantuan via darat masih sulit tembus karena jalan tertimbun dan jembatan rusak. Juga  banyak terjadi penjarahan oleh masyarakat di tengah jalan. Yang memungkinkan bantuan dibawa via laut. “Kita sudah menjalin komunikasi dengan pihak Lantamal VI Makassar yang memang sudah banyak mengantar bantuan ke Mamuju. Kita akan salurkan melalui mereka dalam bentuk barang,” kata Akbar yang juga CEO Tamangapa Group ini.

Komentar

VIDEO TERKINI