Unhas Gelar Kick Off Persiapan Akreditasi Internasional untuk 24 Program Studi

Jumat, 22 Januari 2021 16:00

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Universitas Hasanuddin menyelenggarakan rapat kick off guna mempersiapkan rangkaian akreditasi internasional ASIIN dan FIBAA. Kegiatan ini berlangsung pukul 13.00 wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (21/01).

Direktur Komunikasi Unhas, Ir. Suharman Hamzah, Ph.D., menjelaskan kick off merupakan momen penanda keseriusan dan komitmen Unhas dalam program strategis. Pada kesempatan ini, dibangun kesepakatan bersama untuk mempersiapkan rangkaian proses akreditasi. Kegiatan ini merupakan langkah pendahuluan untuk kelangsungan capaian Unhas pada tingkat internasional.

Tahun ini Unhas akan mempersiapkan tiga jenis proses akreditasi internasional yakni ASIIN, AUN-QA dan FIBAA. Untuk akreditasi FIBAA, ini merupakan pertama kali diikuti oleh Unhas. FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) sendiri merupakan lembaga akreditasi internasional berkedudukan di Eropa, yang telah berdiri sejak tahun 2002.

“Ada beberapa proses akreditasi yang harusnya dilaksanakan pada tahun 2020, namun beralih ke tahun ini. Jika kita mampu melewatinya dengan hasil memuaskan, akan berdampak pada peningkatan pemeringkatan Unhas secara signifikan,” jelas Suharman.

Tahun ini, Unhas mempersiapkan tambahan 24 program studi untuk akreditasi internasional AUN-QA, ASIIN dan FIBAA. Sebelumnya, terdapat 8 program studi yang mengalami penundaan akreditasi oleh lembaga asesor akibat situasi pandemi, sementara 4 program studi sebelumnya telah dipersiapkan. Dengan demikian, untuk tahun 2021, terdapat 36 program studi yang akan melalui proses akreditasi internasional.

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi atas kerja keras dan komitmen Unhas dalam mengembangkan kualitas, baik skala nasional maupun internasional. Capaian 29 prodi Unhas yang terakreditasi internasional merupakan wujud dari kebersamaan dan tanggung jawab serta perhatian yang diberikan.

Proses akreditasi dilakukan tidak hanya untuk memperoleh pengakuan, namun bagian dari peningkatan kualitas proses akademik. Prof Dwia menuturkan pentingnya peran serta semua unsur sivitas akademika dalam mempersiapkan dan menjalankan rangkaian akreditasi.

“Saya tahu hal ini pasti tidak mudah. Kita harus mengeluarkan ekstra energi. Olehnya itu, perlu mengatur strategi untuk hasil terbaik. Kedisiplinan dalam pengelolan waktu juga perlu diperhatikan. Saya percaya, semuanya akan menghasilkan sesuatu yang baik jika dijalankan dengan sungguh-sungguh,” jelas Prof Dwia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua LPMPP Unhas Dr. Ir. Prastawa Budi, M.Sc., menjelaskan kepada peserta rapat tentang rangkaian proses akreditasi ASIIN dan FIBAA yang akan dijalankan.

Akreditasi FIBAA terbagi dalam cluster A mencakup prodi magister agribisnis, prodi magister pembangunan dan perencanaan ekonomi dan program doktor ilmu ekonomi. Sementara itu, untuk cluster B terdiri dari prodi magister Hukum, program magister Akuntansi, dan prodi magister Administrasi Publik. Setiap cluster melibatkan 6 orang ahli, terdiri atas 4 orang perwakilan FIBAA, 1 orang assesor asal Indonesia dan 1 perwakilan mahasiswa.

“Untuk ASIIN prosesnya sama seperti sebelumnya, namun akan dilaksanakan secara online. Sementara untuk FIBAA, karena ini baru pertama kali, maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Saya sudah berkoordinasi dengan mereka untuk pelaksanaan pelatihan agar mengetahui dokumen yang diperlukan. Hasil kedua akreditasi tersebut akan diumumkan pada 2022 nanti,” jelas Prastawa. (*)

Komentar

VIDEO TERKINI