Pembenahan Terminal Sekadar Janji

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Terminal di Kota Makassar seperti mati suri. Pembenahan dan penertiban terminal liar sekadar janji tanpa bukti.

Terminal liar ini masih kerap ditemui sepanjang hari. Bahkan kian menjamur. Keberadaan mereka kini semakin nyaman lantaran dibiarkan begitu saja. Tidak ada penindakan ataupun solusi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Mario Said mengakui penindakan terminal liar ini cukup sulit dilakukan. Alasannya, di sepanjang jalan tempat mereka memarkir kendaraan, tak ada larangan parkir.

Apalagi, rata-rata kendaraan mini bus yang memarkir kendaraannya di bahu jalan berpelat hitam. Makanya sulit dibedakan antara mobil pribadi dan mobil yang mengangkut penumpang ke daerah.

"Daerah itu tidak diatur bahwa tidak boleh parkir di bahu jalan. Hanya memang perlu ditekankan kalau dia (sopir) menjadi angkutan penumpang dan berpelat hitam itu mestinya berada di terminal," ucapnya.

Menurut Mario, PD Terminal mesti aktif mendorong angkutan umum tersebut untuk masuk ke dalam terminal. Salah satunya dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai. Harus nyaman bagi penumpang maupun sopir.

"Bisa saja kita tindaki yang penting ada dari pihak terminal. Adakah timnya atau bagaimana. Nanti kita turun sama-sama, tetapi sejauh ini belum ada pembicaraan itu," terangnya.

Misi memperbaiki perwajahan terminal sebenarnya sudah pernah digaungkan PD Terminal awal 2020 lalu. Hanya saja, hingga saat ini misi tersebut belum juga terealisasi. Jalan di tempat.

Direktur Utama PD Terminal Makassar Metro, Arsony mengatakan pihaknya memang ingin membenahi sarana dan prasarana terminal yang ia kelola. Terutama Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri.

  • Bagikan