Covid-19 di Luwu Utara Meningkat, Satgas Minta Perketat Protokol Kesehatan

Kamis, 28 Januari 2021 06:24

Fajar.co.id, Luwu Utara — Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Per hari ini, Rabu 27 Januari 2021, terdapat tambahan 27 kasus baru. Kasus baru ini tersebar di delapan kecamatan, yaitu masing-masing Mappedeceng 7 kasus, Sukamaju (6), Tanalili (5), Baebunta (2), Baebunta Selatan (2), Sukamaju Selatan (2), Rampi (2), dan Sabbang (1). Dalam kurun waktu dua hari saja, terdapat tambahan 95 kasus baru konfirmasi positif Covid-19. Sebuah angka yang cukup mengkhawatirkan tentunya.

Nah, apa yang langkah-langkah yang akan diambil dan dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19? Melalui Juru Bicaranya, I Komang Krisna, Pemda Luwu Utara terus berupaya menekan laju penyebaran Covid-19 dengan dua langkah strategis, yaitu memperkuat pelaksanaan contact tracing terhadap penemuan kasus baru dengan melibatkan TNI-Polri, dan mempertegas penegakan protokol kesehatan di setiap kegiatan, termasuk kegiatan sosial ke masyarakatan.

Langkah-langkah preventif yang dilakukan secara kolektif, tentu tidak akan maksimal jika masyarakat tidak mengambil bagian di dalam upaya-upaya preventif tersebut, utamanya disiplin menegakkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Namun justru Komang melihat di lapangan bahwa masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan.

“Sejak akhir 2020, penyebaran Covid-19 terus terjadi. Bahkan akhir-akhir ini, terjadi peningkatan kasus yang luar biasa,” ungkap Komang dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (27/1/2021), di Ruang Rapat Wakil Bupati. Ia menyebutkan, salah satu penyebab meningkatnya kasus adalah ketidakdisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. “Harus diakui, protokol kesehatan tidak berjalan dengan baik,” ungkapnya. Hal ini juga diperparah dengan angka kesembuhan yang masih di bawah target, yaitu 80,9%.

Komentar

VIDEO TERKINI