Toilet Baru Losari Terancam Sia-sia

Sabtu, 30 Januari 2021 09:36

Toilet umum yang dibangun di tengah Anjungan Pantai Losari, terancam dirubuhkan. Bangunan senilai Rp200 juta tersebut dianggap mengganggu estetika kawasan Losari. (ABE BANDOE/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Toilet baru di kawasan Anjungan Pantai Losari bersoal. Kehadirannya dinilai tidak mendesak, bahkan terkesan merusak estetika anjungan.

Kepala UPTD Pantai Losari, Nurul Akbar Nur mengatakan, pembangunan toilet dilakukan tanpa koordinasi. “Sampai saat ini toilet belum difungsikan. Posisi toilet juga tidak tepat, apalagi dibangun di tengah-tengah pelataran,” ujarnya, Jumat, 29 Januari.

Akbar mengungkapkan, posisi toilet juga tak berada di titik keramaian masyarakat. Makanya keberadaannya tidak begitu bisa diberdayakan.

“Padahal kita sudah punya beberapa toilet. Sudah tidak berfungsi bagus dan perlu dilakukan perbaikan. Kenapa bukan toilet itu saja yang diperbaiki dan dikembalikan fungsinya,” ucap dia.

Sejak dilakukan revitalisasi pembangunan sarana dan pra sarana termasuk toilet memang masuk dalam desain pembangunan pantai. Menurut Akbar, posisi toilet yang ada saat ini dari sisi fungsi dan kebutuhan sudah sesuai tanpa mengabaikan aspek estetik pantai.

“Seperti toilet di sekitar ikon Toraja-Mandar sudah disiapkan. Sudah tidak berfungsi bagus. Kalau mau bangun toilet di area ini cukup representatif kalau bisa juga dilakukan pembenahan toilet yang sudah ada,” katanya.

Ada juga toilet VIP yang biasa digunakan untuk kepentingan event. Akbar berkata, fungsi dan lokasi toilet sudah dipetakan. “Mestinya yang mau bangun toilet koordinasi dengan kami,” ucap Akbar.

Akbar menjelaskan, pembangunan toilet di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pihak UPTD tak dilibatkan. “Meski sebatas memberi masukan. Padahal kami cukup paham yang jadi kebutuhan dan kekurangan di anjungan,” ungkap dia.

Keberadaan toilet ini pun juga mendapat sorotan dari Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto. Kritik Danny, sapaanya mengarah pada posisi toilet yang merusak pemandangan. “Tidak pantas saya kira dibangun di sini,” kritik Danny.

Komentar