Andi Fajar Asti: Perda Disabilitas Harus Ada di Setiap Daerah

Rabu, 3 Februari 2021 21:45

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) mendeklarasikan Kaukus Nasional Pendidikan dan Disabilitas, Selasa (2/2/2021).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari  acara webinar Disabilitas dan Negara DPP HMPI.  Pembicara yang hadir dalam webinar tersebut adalah Dr. Cristina Wampi, M.Sc, Head London School Beyond Academy (LSBA), H. Abdul Gafur Mas’ud, SE, ME, Bupati Penajam Paser Utarasekaligus Ketua Umum Assosiasi Bupati Kepulauan dan Pesisir (Aspeksindo) serta Dr. Andi Fajar Asti, M.Pd, M.Sc, Ketua Umum HMPI.

Tujuan kaukus dibentuk sebagai upaya mendukung pemerintah dan juga media berjuang untuk penyandang disabilitas. Sejauh ini, pemerintah sudah mengesahkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mendorong inklusifitas penyandang disabilitas.

Di samping itu,  Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun 2017 yang mengharuskan setiap universitas untuk memberikan layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Namun, pada prakteknya masih sedikit univesitas yang menyediakan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Meskipun demikian, beberapa lembaga pendidikan sudah berupaya menyediakan tempat yg inklusif untuk difabel. Salah satunya, London School Beyond Academy (LSBA) yg dipimpin oleh Dr. Cristina Wampi. Dr. Cristina menyebutkan bahwa sejak beberapa tahun belakangan LSBA menyediakan pendidikan yang inklusi bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan pendidikan yang setara dan berkualitas dengan mempersiapkan lingkungan yang tepat.

Lebih lanjut ibu Cristina menyebutkan bahwa hal ini diperlukan karena karasteristik penyandang disabilitas sangat beragam. Mahasiswa harus bisa mandiri di lingkungan kampus, kampus harus menyediakan suasana akademik dan aturan belajar yang mendukung.

Dalam konteks mendukung upaya pendidikan yang inklusi, maka hal tersebut harus didukung dengan kebijakan yg juga inklusi dan berpihak kepada penyandang disabilitas.

Komentar

VIDEO TERKINI