Hibah Jepang Ringankan Beban APBD

Sabtu, 6 Februari 2021 09:14

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengecek mobil ambulans dan pemadam kebakaran bantuan hibah dari Ehime Toyota Motor Corporation dan Kementerian Dalam Negeri RI di halaman Baruga Pattingalloang Rujab Gubernur Sulsel, Jumat, 5 Februari. Hibah ini akan diberikan kepada daerah yang sangat membutuhkan. (IDHAM AMA/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kerja sama Pemprov Sulsel dengan Pemerintah Jepang terus terjalin baik. Kali ini, Negeri Sakura itu kembali memberikan hibah mobil pemadam kebakaran dan ambulans.

Ada 13 unit hibah mobil yang diterima Pemprov Sulsel. Terdiri atas 11 unit pemadam kebakaran dan 2 unit ambulas. Semua masih kondisi baik.

Bantuan ini merupakan hibah dari Toyota Ehime Jepang. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama jajaran Forkopimda dan kepala daerah, meninjau bantuan yang terparkir di kawasan rujab gubernur tersebut, Jumat, 5 Februari.

Nurdin mengatakan, layanan kepada masyarakat tak boleh terhenti. Makanya Pemprov Sulsel terus menjalin kerja sama dengan Jepang sejak 2009. Bantuan yang datang di Sulsel bahkan sudah mencapai 172 unit.

Kali ini mereka menerima tambahan bantuan lagi yang seremonial penyerahannya, di Baruga Karaeng Pattingalloang, kemarin. Disaksikan langsung oleh Toyota Ehime Jepang secara daring.

“Bantuan damkar dan ambulan 13 unit dan akan menyusul 21 unit dikirim secara bertahap. Ini akan meringankan APBD, sehingga kita berharap seluruh proses administrasi bisa lebih cepat tidak menyulitkan pemberi hibah,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Provinsi Ehime untuk sister province. Artinya, kata Nurdin, tidak lagi sebatas menerima hibah. Akan tetapi mendorong investor di sana untuk masuk ke Sulsel. Bahkan sudah ada swasta yang berminat menggarap potensi Sulsel.

Untuk pembagian ambulans, pihaknya akan melihat daerah yang membutuhkan. Kemudian akan datang juga pemadam kebakaran dengan tangga yang tingginya 40 meter. Meski kendaraannya bekas, tetapi penggunaannya masih sangat rendah.

“Paling tinggi 10 ribu kilometer. Masih sangat awet digunakan jangka panjang. Biaya yang kami keluarkan juga tidak banyak, paling biaya kontainer. Hanya 30 juta, jadi sangat efisien,” ungkap Nurdin.

Komentar

VIDEO TERKINI