Pembenahan Pettarani Jauh dari Konsep Awal

Sabtu, 6 Februari 2021 08:52

Jalur pesepeda dan pedestrian di depan Kantor DPRD Makassar dikerjakan asal-asalan, Jumat, 5 Februari. Balai jalan menilai, pekerjaan ini di luar dari perencanaan awal. (ABE BANDOE/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kondisi Jalan AP Pettarani yang sekarang sangat berbeda dengan konsep awal. Jalur sepeda tak semua ada di sepanjang ruas jalan.

Kepala Satker Jalan Metropolitan Makassar BBPJN XIII, Malik mengakui hal itu. Kepada FAJAR, dia menyebut jika, apa yang terbangun sekarang belum sesuai dengan desain yang direncanakan sejak awal.

Pihaknya menginginkan, jalur sepeda dibuat di sepanjang ruas jalan. Namun, jalur sepeda hanya beberapa titik saja. Itupun bisa dilintasi jalurnya oleh kendaraan lain lantaran masuk akses perkantoran.

“Cuma kita memang tidak bisa paksakan, karena kondisinya disana. Akan tetapi kami tetap meminta agar jalan ini betul-betul dikembalikan kondisinya seperti semula,” ujarnya, Jumat, 5 Februari.

Malik juga mendengar jika khusus trotoar, tak ada pembangunan ulang. Melainkan pembenahan. “Kita lihat nanti dulu bagaimana tuntasnya, karena semua masih dikerjakan,” tambahnya.

Terpisah Project Manager Proyek Tol Layang Jalan AP Pettarani, Didi Rustadi menyampaikan, pihaknya tak bisa memasang jalur sepeda di semua ruas. Pasalnya, ada beberapa titik jalan yang sempit, sehingga difokuskan untuk kendaraan bermotor.

Pihaknya juga sudah menyampaikan ke balai jalan, jika pekerjaan trotoar nantinya hanya sebatas perbaikan saja. Bukan pembangunan baru, melainkan hanya membenahi beberapa bagian yang rusak.

“Itu kesepakatan kami dengan balai. Kami hanya memperbaiki trotoar. Bukan membangun ulang. Selain itu, pekerjaan Pettarani sudah hampir rampung, Sisa finishing sebelum pengembalian kondisinya selesai,” ujarnya.

Asal-asalan

Pengerjaan jalur pedestrian di sepanjang Jl AP Pettarani terkesan dipaksakan. Kualitas dan modelnya tidak konsisten.

Pantauan FAJAR, Jumat, 5 Februari, beberapa bagian jalur pedestrian hanya ditambal saja. Digabung dengan sisa-sisa material jalur pedestrian sebelumnya. Lalu dipoles dengan semen aci.

Ukuran jalur pedestrian juga tampak tidak konsisten. Di beberapa sisi jalan, ukurannya ada yang sekitar dua meter. Ada dengan lebar tiga meter. Lalu tiba-tiba menyempit di depan kantor DPRD Makassar menjadi sekitar satu meter.

Jalur pedestrian itu, rencananya diperuntukkan sebagai jalur bagi pesepada. Hanya saja, kondisinya di lapangan tampak dipaksakan. Hanya sekitar empat sampai enam meter, lalu putus lagi.

Jika melintas di atas jalur khusus sepeda tersebut, pengendara harus bisa mencari bagian jalur yang rata. Beberapa jalur terasa miring. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI