Target Maret, Ganti Rugi Lahan Bendungan Jenelata

Rabu, 10 Februari 2021 10:44

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni (berkopiah) berbincang dengan PPK Pengadaan Tanah SNVT Pembangunan Bendungan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di ruang kerjanya, Selasa, 9 Februari. (rudiansyah/fajar)

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA – Tim appraisal Bendungan Jenelata menargetkan agenda identifikasi lahan selesai Februari. Setelah itu, pembayaran ganti rugi lahan bisa dimulai Maret, bulan depan.

PPK Pengadaan Tanah SNVT Pembangunan Bendungan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Muh Ikhsan Hatta mengatakan, hasil pengukuran BPN sebanyak 500 bidang tanah dengan luasan sekitar 131 hektare mulai diidentifikasi. Penilaian ini akan dimulai besok, Rabu, 10 Februari.

Tahap penilaian appraisal ini lanjutnya, akan menentukan nilai yang akan keluar dari hasil inventarisasi dan identifikasi tim di lapangan terkait dengan harga tanah. Setelah itu, tim appraisal nantinya akan mengeluarkan nilai pembebasan lahan.

“Proses selanjutnya, kita akan melakukan ekspose lagi dengan ketentuan P2P, dalam hal ini Ketua BPN Kabupaten Gowa. Setelah itu disetujui barulah dilakukan musyawarah bentuk ganti kerugian dengan masyarakat,” kata Iksan saat menemui Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni di Kantor Bupati Gowa, Selasa, 9 Februari.

Sebagai bahan penilaian bebernya, akan dibagi menjadi tiga klaster tanah. Yaitu, tanah kebun, sawah, dan perumahan. “Ini ditargetkan selesai akhir bulan Februari. Setelah itu akan dilanjutkan proses pembayaran ganti kerugian di bulan Maret,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni mengatakan, tim appraisal (penilai) pengadaan tanah Bendungan Jenelata bekerja diminta terbuka dan transparan kepada pemilik lahan. Sehingga tidak ada kendala di kemudian hari.

“Tim appraisal dituntut untuk bekerja transparan terkait penilaian tanah untuk Bendungan Jenelata. Jangan ada yang terkesan ditutup-tutupi,” katanya Kr Kio sapaan Abd Rauf Malaganni.

Masyarakat lanjutnya, harus memperoleh informasi yang jelas. Sehingga proses pelaksanaan pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Jenelata berjalan dengan lancar. “Tim penilai juga harus mengindentifikasi dengan jelas yang ada dalam lokasi, yang terpenting adalah keterbukaan kepada masyarakat,” ungkapnya. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI