Ombak Tinggi, Nelayan Paksa Melaut

Senin, 22 Februari 2021 10:18

Ratusan perahu nelayan terparkir di Sungai Jeneberang, Minggu, 21 Februari. Cuaca yang tidak bersahabat membuat sebagian nelayan mengurungkan diri untuk melaut. (TAWAKKAL/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gelombang tinggi sedang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Tidak terkecuali perairan sekitar Makassar.

Data yang dilansir di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, sebagian besar perairan Makassar dilanda gelombang tinggi. Rinciannya moderate sea (ketinggian gelombang 1,25 hingga 2,5 meter) terjadi di Selat Makassar bagian selatan.

Lalu Perairan barat Kepulauan Selayar, Perairan Sabalana, Teluk Bone bagian utara, Teluk Bone bagian selatan, Perairan timur Kepulaan Selayar, Laut Flores bagian utara, dan Laut Flores bagian barat. Rough Sea (ketinggian gelombang 2,5-4 meter) terjadi di Laut Flores bagian timur.

Prakirawan BBMKG Wilayah IV Makassar, Re’kun Matandung mengatakan, gelombang tinggi tersebut diprediksi akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Bahkan berpotensi hingga sepekan.

Hal tersebut akibat Februari masih masuk musim hujan untuk wilayah Sulsel. Curah hujan diperkirakan mulai dari ringan hingga sedang. Namun khusus untuk di laut bisa sering berubah-ubah dengan cepat.

Tidak sampai di situ saja, kecepatan angin juga terbilang cukup kuat. Angkanya berkisar 10 hingga 40 km/jam, sehingga cukup berbahaya untuk kapal berukuran kecil.

“Sebelum melaut sebaiknya perhatikan informasi cuaca. Pasalnya kini sudah masuk musim hujan sehingga kondisi cuaca bisa berubah dengan cepat,” kata Re’kun, Minggu 21 Februari.

Re’kun menuturkan nelayan harus meningkatkan kewaspadaan jika ingin melaut. Cek semua perlengkapan keselamatan sebelum berangkat.

“Kami himbau untuk nelayan lebih waspada terhadap tinggi gelombang khususnya bagi nelayan dengan kapal konvensional,” ujarnya.

Kabid Keselamatan Berlayar Kesyabandara Utama Makassar, Triono mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk kapal tradisional dan perikanan agar berhati-hati. Pasalnya ada peningkatan gelombang yang cukup tinggi hingga 24 Februari mendatang.

Komentar