Pembatasan Jam Malam Berlanjut

Rabu, 24 Februari 2021 11:21

Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembatasan kegiatan masyarakat atau jam malam berlanjut. Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta pengusaha bersabar.

Kebijakan ini disebutnya menjadi salah satu upaya menjaga tren kasus Covid-19 di Kota Makassar. Alasannya, sejak diberlakukan kasus tidak lagi melonjak tinggi seperti akhir tahun lalu.

Menurutnya, pembatasan ini terbilang berhasil. Meskipun belum bisa secara drastis menekan laju penyebaran virus, namun diakuinya sudah terlihat ada pengendalian.

“Ini kan sudah mulai kelihatan ada pengendalian. Sudah mulai kelihatan menurun. Baik korban meninggal, maupun yang terpapar,” ujar Rudy, Selasa, 23 Februari.

Rudy mengungkapkan, dalam menentukan kebijakan memang perlu ada pengorbanan. Tidak semua bisa diuntungkan. Tentu akan ada masyarakat yang dirugikan. Termasuk pengusaha.

“Ini kebijakan melalui pertimbangan yang matang. Tentu tidak semua diuntungkan. Makanya kita minta bersabar dan patuhi protokol agar bisa segera normal kembali,” lanjutnya.

Rudy menambahkan, jika tren kasus terus membaik maka kebijakan jam malam bisa segera dievaluasi. Untuk sementara, kata dia, kebijakan ini akan dipertahankan dahulu.

“Kalau secara nyata memberikan sumbangan perbaikan, nah kita coba pertahankan dulu,” pungkas Rudy.

Ketua Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 Makassar, Ansariadi mengungkapkan, tren kasus selama sepakan terakhir mengalami penurunan. Hanya saja, angkanya masih tetap tinggi.

“Ada penurunan tetapi tidak drastis. Namun itu lebih baik dibanding terjadi peningkatan eksponensial,” ujar Ansariadi.

Saat ini, positifity rate di Makassar masih berada di angka 20 persen. Ini masih cukup tinggi dari target WHO sebsar lima persen untuk posisi aman. Sementara, Reproduksi Efektif (Rt) berada di antara 0,9 hingga 1.

Komentar

VIDEO TERKINI