Ashabul Kahfi Raih Gelar Doktor di UIN Alauddin

Jumat, 26 Februari 2021 22:34

PROMOSI DOKTOR. Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi mempertahankan Disertasinya dalam Ujian Promosi secara virtual.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -– Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi resmi menyandang gelar Doktor, setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi, Jumat (26/2/2021).

Ashabul Kahfi merupakan alumni Program Doktor ke-931 di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Disertasi yang diujikan berjudul: “Kontribusi K.H. Djamaluddin Amien dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar”.

Promosi Doktor dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Sidang Promosi dipimpin Rektor UIN Alauddin Profesor Hamdan Juhanis, Anggota Tim Penguji terdiri dari Prof Dr Bahaking Rama (Promotor), Prof Dr HM Natsir Mahmud (Co-Promotor), dan Dr Hj, Amrah Kasim, M.A. (Co-Promotor).

Dewan Penguji lainnya Prof. Dr H Syahruddin Usman, Prof Dr HM Galib, serta Dr. H Arifuddin Siraj, M.Pd. Penguji Eksternal dalam ujian ini merupakan mantan Rektor Unismuh Makassar, Prof Irwan Akib.

Sejumlah tokoh nasional maupun lokal hadir secara virtual dalam sidang promosi tersebut, antara lain Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Australia, Imran Hanafi.

Saudara kandung Kahfi, Abd. Hadi Djamal, dan kerabat lainnya, berkumpul di Hotel Claro menyaksikan secara daring prosesi sidang promosi tersebut. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, dan hampir seluruh anggota Fraksi PAN DPRD Sulsel, maupun legislator PAN Kabupaten/Kota se- Sulsel turut hadir di tempat yang sama.

Dalam Disertasinya, Ashabul Kahfi banyak mengulas kiprah mantan Rektor Unismuh Makassar, K.H. Djamaluddin Amien. Keunikan Djamaluddin Amien, karena sempat memimpin Unismuh selama tiga periode, padahal dirinya tidak menyandang gelar sarjana.

“Meski hanya menyandang gelar sarjana muda, namun K.H. Djamaluddin Amien adalah peletak pondasi kemajuan Unismuh Makassar, seperti yang kita saksikan hingga hari ini,” jelas Kahfi, yang juga merupakan putra Djamaluddin Amien.

Keunggulan Kiai Djamal, kata Kahfi, terletak pada kemampuan kepemimpinan. “Pak Kiai mampu memadukan model kepemimpinan paternalistik,  kharismatik, dan trasnformatif sekaligus,” tambah Ketua DPW PAN Sulsel ini.

Dengan memadukan tiga tipe kepemimpinan tersebut, kata Kahfi, Kiai Djamal mampu memimpin masa transisi di Unismuh dengan penataan Sumber Daya Manusia, Keuangan, Sarana dan Prasarana, serta penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Kahfi menambahkan, ada beberapa pilar yang ditanamkan Kiai Djamal, antara lain spirit Pendidikan untuk semua. “Di zaman Kiai Djamal, tidak boleh ada mahasiswa Unismuh yang berhenti kuliah karena alasan biaya. Makanya, dahulu SPP yang sudah cukup terjangkau, bisa diangsur hingga empat kali,” jelas legislator senayan ini.

Pilar lain yang ditanamkan Kiai Djamal adalah integrasi agama dan ilmu pengetahuan. “Integrasi menurut Pak Kiai, semua jurusan hendaknya berorientasi dakwah. Dalam suatu pengajian di Fakultas Kedokteran, ia pernah membedakan antara ‘dokter muslim’ dan ‘dokter yang muslim,” jelas Kahfi.

Selain sukses memimpin Unismuh Makassar, KH. Djamaluddin Amien juga dikenal sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel selama tiga periode (1985-2000). Ia juga sempat menjadi Ketua DPW PAN Sulsel, meski tak pernah mencalonkan diri sebagai Caleg maupun Calon Kepala Daerah. (rls/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI