Cegah Resiko Bencana, BPBD Sinjai Sosialisasi Mitigasi ke Masyarakat

Sabtu, 6 Maret 2021 14:42

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah kembali memberikan pembekalan materi Kebencanaan sebagai upaya Pencegahan dalam hal Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana kepada Masyarakat dan aparat Pemerintah Desa di Aula Kantor Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah. Sabtu (6/03/2021).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 Orang dan diselenggarakan oleh Mahasiswa (i) Universitas Muhammadiyah Kabupaten Sinjai (UMSI), sebagai Program Kuliah Kerja Nyata Karya Reguler yang menghadirkan Peserta yaitu Pemerintah Desa Setempat dan Beberapa Tokoh Masyarakat dan Ibu-ibu Rumah Tangga serta Mahasiswa (i) itu sendiri.

Dalam kesempatan itu Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Sinjai Syamsul Ahmad, yang memberikan materi tentang dasar-dasar Kebencanaan meliputi Definisi, Jenis jenis Bencana serta Manajemen Kebencanaan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana kepada seluruh Masyarakat.

“Pemahaman tentang Kebencanaan tentu juga merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas SDM dalam penanggulangan bencana, Sebab dengan melalui pemahaman tentang dasar-dasar kebencanaan, maka jelas akan dapat mengurangi Resiko, Baik Pra, Saat terjadi maupun Pasca Bencana,” kata Ahmad.

Dalam pemaparannya Syamsul Ahmad juga menjelaskan bahwa Mengendalikan diri agar tidak panik sangat diperlukan sebagai bagian dari pembelajaran mitigasi atau kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana harus mendapatkan pengetahuan tentang hal tersebut,” ucapnya.

Selain itu dengan Ketenangan masyarakat dalam situasi menghadapi Bencana tentu memudahkan Pemerintah, Militer, dan Lembaga-lembaga sosial dalam membantu Evakuasi sampai Rehabilitasi Korban.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menambah pengetahuan tentang Kebencanaan, dan Kemitraan berjalan sesuai dengan seharusnya sehingga sinergitas antar Lembaga, Lintas sektor, dapat terwujud, begitu juga menyarankan kegiatan-kegiatan seperti ini ditindaklanjuti oleh pemerintah desa dan kelurahan setempat, untuk membuat kegiatan yang sama minimal kelasnya tentu bukan lagi pengenalan dan pemaparan, tapi minimal ada skill dan kompetensi yang dimiliki,” pungkasnya. (sir)

Komentar

VIDEO TERKINI