Kondisi Ruangan Pribadi Anggota Dewan Makassar Memprihatinkan, Pemeliharaan Terhalang Anggaran

Rabu, 10 Maret 2021 11:18

DPRD Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ruang pribadi anggota DPRD Makassar memang jarang digunakan. Beberapa ruangan telah mengalami kerusakan. Bahkan terbengkalai dan memprihatinkan.

Di gedung berlantai tiga itu, total ada 50 ruangan pribadi anggota dewan. Di lantai dua ada 25 ruangan, termasuk ketua dan wakil ketua. Sedangkan di lantai tiga juga ada 25 ruangan.

Selama beberapa waktu terakhir ruangan anggota dewan itu tak pernah digunakan. Hampir semua ruangan terkunci rapat. Kecuali ruangan pimpinan di kantor wakil rakyat itu. Anggota Dewan biasanya bercengkrama di ruang komisi. Ruang pribadi biasanya difungsikan untuk menerima tamu atau konstituen saja.

Kasubag Pemeliharaan Sekretariat DPRD Makassar, Muh Yusran mengakui memang ada beberapa ruangan yang kondisinya rusak. Makanya jarang digunakan oleh anggota dewan.

Dia menyebut dahulu ruangan tersebut masih sering digunakan anggota dewan. Hanya saja karena kondisinya yang tidak memadai makanya anggota dewan lebih memilih berada di ruangan komisi.

“Tetap kita akan perbaiki. Kebetulan saya sudah cek dan sudah ukur-ukur. Ini persoalan anggaran saja, jadi belum bisa kita perbaiki,” ujar dia, Selasa (9/3/2021).

Kondisi beberapa ruangan, kata dia, memang perlu mendapat perbaikan. Kondisi paling parah terjadi di plafon ruangan. Beberapa plafon bolong. Selain itu, ada ruangan yang kunci pintunya rusak.

“Yang akan kita lakukan pemeliharaan adalah pengecatan dan perbaikan plafon. Agak susah juga langsung semua karena anggaran kita yang terbatas. Untuk tahun ini saya belum cek DPA-nya karena masih proses di keuangan,” ucapnya.

Yusran menambahkan, dirinya masih akan melakukan pengecekan secara detail di ruangan-ruangan pribadi tersebut. “Karena kuncinya itu dipegang anggota dewan sendiri. Kita tidak bisa lihat kondisinya,” pungkasnya.

Anggota Komisi A DPRD Makassar, Kasrudi mengatakan kondisi ruangan pribadi beberapa anggota dewan memang perlu diperhatikan. Beberapa ruangan sudah lama tidak mendapat pemeliharaan.

“Kemarin itu karena kurang perawatan makanya kita jarang tempati ruangan pribadi itu. Kalau saya ruangannya di lantai dua ada. Kurang pemeliharaan memang,” sebutnya.

Selain itu, suasana di ruangan pribadi juga disebutnya kurang bagus. Makanya mereka lebih memilih berkumpul di ruangan komisi yang notabene lebih ramai dan nyaman.

“Kalau di ruangan pribadi kan pasti sunyi. Jadi jarang ditempati. Tetapi di dalamnya adaji meja, kursi, lemari, ada juga AC. Cuma lebih nyaman kalau di komisi,” kata dia. (endra/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI