Menunggak Tilang, Pajak Diblokir

Sabtu, 13 Maret 2021 09:03

Kamera pemantau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sudah terpasang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat, 12 Maret. Di bagian, petugas mulai memantau arus lalu lintas di ruangan command center Polrestabes Makassar. (TAWAKKAL/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelanggar lalu lintas sulit lolos dari tilang elektronik. Menolak atau menunggak pembayaran tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), maka pajak kendaraan akan diblokir.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Andiko Wicaksono mengatakan, setiap pelanggar lalu lintas yang terpantau dalam sistem ETLE akan diberikan waktu 15 hari menyelesaikan pembayaran tilangnya. Batas waktu itu terhitung sejak tiga hari proses pengiriman surat terkonfirmasi pelanggar.

“Lima hari kami berikan ke pelanggar untuk mengkonfirmasikan ke posko ETLE di Satlantas Polretabes Makassar. Tujuh hari diberikan untuk menyelesaikan denda melalui layanan aplikasi BRI.

Jika tidak diselesaikan, maka pajak kendaraan langsung diblokir. Bisa urus, tetapi harus selesaikan dahulu,” kata AKBP Andiko di kantor Ditlantas Polda Sulsel, kemarin.

Sesuai rencana, tahap awal ETLE terfokus pada penindakan pelanggar yang tidak menggunakan sabuk pengaman, pelanggar markah jalan, penerobos traffic light, dan main handphone saat berkendara.

Khusus bagi pemilik kendaraan yang tidak memiliki sabuk pengaman masih ada waktu untuk melengkapinya atau sebelum 17 Maret.

“Kalau tidak memakai sabuk pengaman akan didenda Rp250 ribu,” katanya. Denda itu juga berlaku bagi pengendara yang memainkan handphone saat berkendara. Terutama driver atau ojek online (ojol). Meski itu menjadi kebutuhan, tetapi diharapkan menepi saat menerima order.

Sistem ETLE ini dipastikan tidak bisa langsung diterapkan pasca dilaunching 17 Maret. Masih ada tahap sosialisasi. “Mungkin kurang lebih sebulan. Tetapi, itu belum fix. Kami masih menunggu aturan atau petunjuk pusat terkait jangka waktu sosialisasinya karena itu akan dilaksankan serentak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Abd Azis Bennu mengatakan, kaca yang gelap juga mampu ditembus kamera ETLE untuk melihat sabuk pengaman terpakai atau tidak. Termasuk truk atau kendaraan komersil lainnya.

“Semua kendaraan roda empat ke atas sepatutunya punya sabuk pengaman. Hanya saja, terkadang jarang digunakan. Memang di Makassar ada yang tak terbiasa memakai sabuk pengaman saat naik mobil. Padahal itu penting untuk keselamatan. Sekarang, dengan ETLE semua sudah diwajibkan menggunakannya,” bebernya.

Menurutnya, mereka yang diwajibkan menggunakan sabuk pengaman adalah penumpang dan pengemudi yang duduk di kursi terdepan. Akan tetapi, bukan tidak mungkin nantinya penumpang yang berada di kursi belakang juga wajib mengenakan sabuk pengaman.

“Kalau bisa ada masa sosialisasi dahulu. Jangan langsung ditilang. Minimal ada peringatan dahulu ke pengendara. Agar mereka sadar,” tutupnya. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI