Kini Nasib Mukhtar Tahir dan Muh Rusli di Tangan Inspektorat Pasca Dinonaktifkan

Selasa, 16 Maret 2021 19:37

Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Inspektorat Makassar masih memeriksa mantan Kepala Dinas Sosial Dissos, Mukhtar Tahir dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD, Muh Rusli.

Keduanya dinonaktifkan dari jabatannya sebab dinilai lamban menangani banjir yang terjadi beberapa hari lalu.

Kepala Inspektorat Makassar, Zainal Ibrahim mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Mukhtar dan Rusli. Nasibnya keduanya kini di tangan tim pemeriksa.

“Pemeriksaan masih berlanjut hari ini. Nanti kita lihat hasil pemeriksaan auditor,” singkat , Zainal Ibrahim, Selasa (16/3/2021).

Zainal menyebut, hasil pemeriksaan Inspektorat melalui Tim Tindaklanjut Pemkot Makasar akan diserahkan ke Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Namun sebelum diputuskan, Inspektorat terlebih dulu membahas dan memberikan rekomendasi perihal hasil pemeriksaan yang dilakukan.

“Kalau sudah selesai, kami sampaikan hasilnya ke pak wali. Tapi kita juga akan membahas dan memberikan rekomendasi kepada pak wali,” pungkas Zainal.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, geram dengan lambannya kinerja Kepala Dissos, Mukhtar Tahir dan Kepala BPBD, Muh. Rusli dalam menangani banjir yang terjadi beberapa hari lalu. Dampaknya mereka diistirahatkan dari jabatannya.

“Kemarin, BPBD sama Dissos. Karena di lapangan seperti itu, sangat mengecewakan kinerjanya,” ujar Danny.

Kata Danny, dirinya sudah memerintahkan kedua OPD tersebut untuk bersiap menangani banjir, namun fakta di lapangan tidak sesuai. Dapur umum tidak siap dan evakuasi korban banjir dinilai lamban. Sehingga banyak masyarakat mengeluh.

“Saya dapat laporan bahwa dia sudah makan, setelah saya cek ternyata belum makan. Nah, begitu saya cek dibilang sudah makan pagi ternyata makan sumbangan. Kan itu tidak boleh, pemerintah harus hadir,” tutur Danny.

Menurut Danny, kinerja OPD tidak boleh lamban, apalagi menangani banjir yang tiap tahun terjadi. Untuk itu, pihaknya membutuhkan orang yang bisa bekerja cepat dan tidak menyusahkan masyarakat.

“Kenapa? Karena sehari sebelumnya saya sudah peringatan. Dulu, kalau saya sudah kasih peringatan begitu. Itu org sudah harus tau, kecuali perintah belum turun. Tapi ini, saya sudah perintahkan. Sebelum terjadi banjir lagi, seperti itu,” tegas Danny Pomanto. (ikbal/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI