Hari Ini, 4 Inovasi Luwu Utara Lalui Tahapan Penilaian Presentasi Menuju Top 30 KIPP Sulsel

Kamis, 18 Maret 2021 15:14

FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA — Empat inovasi Kabupaten Luwu Utara akan melalui tahapan penilaian presentasi dan wawancara pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Provinsi melalui Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) Provinsi Sulawesi Selatan, hari ini, Kamis (18/3/2021), di Four Points of Sheraton Makassar.

Empat inovasi tersebut masing-masing adalah Peta Baper atau Peta Berbasis Partisipatif (Bappeda), Getar Dilan atau Gerakan Tanam Sayur di Lahan Pekarangan (Dinas Ketahanan Pangan), Kebun Si Pintar atau Siswa Peduli Lingkungan Sekitar (Dinas Pendidikan), dan Rompi KPK atau Kelas Pencegahan Korupsi (Dinas Pendidikan).

Berdasarkan jadwal yang dirilis Biro Organisasi Pemprov Sulsel, inovasi Getar Dilan akan tampil pertama pada pukul 13.00 wita, disusul Kebun Si Pintar (13.30), Peta Baper (14.00), dan Rompi KPK (15.00). Masing-masing inovator diberi waktu berdurasi 30 menit, dengan rincian presentasi 7 menit, video 3 menit dan Tanya jawab 20 menit. Sementara pada pukul 14.30, tampil inovasi Kemayu dari Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Luwu Utara, Muhammad Hadi, optimistis empat inovasi Luwu Utara bisa tembus TOP 30 KIPP Sulsel sebagai raihan tertinggi inovasi pelayanan publik di tingkat provinsi, untuk kemudian menuju ke kompetisi yang lebih tinggi di tingkat nasional, yaitu Kompetisi Sinovik Kementerian PAN-RP.

“Harapan kita, empat inovasi ini bisa lolos ke TOP 30 KIPP-JIPP Provinsi Sulsel. Meski begitu, apapun hasilnya nanti, empat inovasi ini harus tetap terimplementasi di Luwu Utara, di mana inovasi ini dilaksanakan, serta bisa direplikasi oleh Perangkat Daerah lainnya,” kata Muhammad Hadi saat ditemui, Kamis (18/3/2021) pagi, di Makassar.

Hadi juga berharap, inovasi ini tetap eksis setelah mengikuti KIPP. “Jadi, tetap harus eksis di Luwu Utara. Tidak sekadar menciptakan inovasi untuk ikut kompetisi lalu kita tinggalkan. Tidak seperti itu. Yang terpenting adalah keberlanjutannya,” harap dia. Dan yang terpenting juga, lanjut dia, inovasi ini bisa berdampak luas kepada masyarakat Lutra.

Terpisah, inovator Getar Dilan, Alauddin Sukri, yang akan tampil mempresentasikan inovasinya, mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam presentasi kali ini. Kendati demikian, dirinya siap menampilkan yang terbaik saat tampil di hadapan panelis KIPP Sulsel. “Tidak ada persiapan khusus, yang jelas kita siap tampil. Doakan Luwu Utara berhasil,” tandasnya. (*)

Komentar

VIDEO TERKINI