CPNS Luwu Utara Didorong Membuat Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Minggu, 21 Maret 2021 08:43

Fajar.co.id — Hingga hari ke-18 mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar), 40 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan I Formasi 2019 Kabupaten Luwu Utara, kini tengah mengikuti Seminar Rancangan Aktualisasi, Sabtu (20/3/2021), di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Makassar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Para CPNS ini adalah kaum milenial yang diharapkan dekat dengan IT, dekat dengan ilmu pengetahuan, dan dekat dengan inovasi.

Dalam seminar ini, para CPNS memaparkan hasil rancangan awal yang mereka susun sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Selanjutnya mereka mengimplementasikan ke daerah selama sebulan. “Ini hari terakhir seminar rancangan aktualisasi. Di sini mereka diuji dan diperkaya oleh mentor masing-masing. Setelah ini, mereka kembali ke lokus masing-masing,” kata Kepala BKPSDM Luwu Utara, Nursalim.

Nursalim mengatakan, usai seminar rancangan aktualisasi, 40 CPNS akan mengimplementasikan apa yang telah dirancang dalam seminar tersebut. Ia menyebutkan, ada lima kegiatan yang nantinya akan diimplementasikan para CPNS ini di Luwu Utara selama sebulan. Setelah itu, kata dia, para CPNS akan kembali ke PPSDM selama 3 hari untuk memaparkan apa yang telah mereka lakukan selama sebulan di Luwu Utara.

“Lima kegiatan yang mereka implmentasikan di Luwu Utara inilah yang menentukan apakah peserta Latsar lulus atau tidak, dengan memerhatikan tiga indikator, yakni terukur, terlihat dan bisa dirasakan. Tentunya kegiatan ini dikaitkan juga dengan situasi pandemi Covid-19 yang Masih kita rasakan sampai sekarang ini,” jelas dia.

Ia menambahkan, rancangan awal yang akan dilakukan selama sebulan di Luwu Utara nantinya bisa diukur dan dituntaskan selama 3 minggu, sehingga saat kembali ke PPSDM, mereka langsung memaparkan hasil implemengtasi mereka di depan tim penguji. “Latsar kali ini berbeda dengan latsar sebelumnya, karena kita mendorong mereka membuat inovasi yang dibutuhkan sesuai kondisi dan kearifan lokal,” jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI