Buka Pelatihan Potensi SAR, Walikota Makassar Puji Kinerja Basarnas Sulsel

Senin, 22 Maret 2021 18:38

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Walikota Makassar, Muhammad Ramdhan Pomanto hadir dalam pembukaan pelaksanaan pelatihan Potensi SAR yang diadakan Basarnas Sulsel di Aula Hotel Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin, 22 Maret 2021.

Walikota 2 periode yang akrab disapa Danny Pomanto ini didaulat membuka pelaksanaan Pelatihan Potensi yang direncanakan terlaksana mulai tanggal 22 sampai dengan 25 Maret 2021.

Dalam sambutannya, Danny menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Basarnas Sulsel, bapak Djunaidi karena selalu mendapat kehormatan diundang dalam kegiatan Basarnas Sulsel selama masa periode kedua yang belum cukup sebulan dijabat.

“Terima kasih Kepala Basarnas Sulsel yang memberi kehormatan kepada saya, ini ketiga kalinya saya hadir di acara Basarnas setelah pelantikan yang belum cukup sebulan menjabat,” terang danny disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih lanjut, Danny menyampaikan bahwa Basarnas selama ini menjadi garda terdepan dalam memberi bantuan kepada masyarakat saat terjadi musibah dan kecelakaan. Menurutnya, sumbangsi Basarnas sangat besar dalam menjamin perasaan aman bagi masyarakat.

“Selama ini Basarnas selalu hadir membantu masyarakat yang terkena musibah ataupun bencana alam. Kita sangat terbantu dengan kehadiran Basarnas, karena itu, Pemerintah Kota Makassar secara khusus akan memberikan dukungan terbaik bagi Basarnas Sulsel,” tegas Danny.

Menutup sambutannya, Danny yang memiliki 10.000 orang Influncer yang ditugaskan dalam deteksi dini Covid-19 yang ada di Makassar meminta Basarnas Sulsel untuk membekali mereka dengan kompetensi ‘recuer’ yang bisa menjadi cadangan sumber daya bagi Basarnas saat dibutuhkan.

“Saya ingin 10.000 Influncer dilatih oleh Basarnas Sulsel untuk memiliki kemampuan recue sebagai cadangan Sumber Daya yang membantu Basarnas saat dibutuhkan jika terjadi bencana di wilayah Sulsel bahkan Indonesia”, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi, menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan ini sebagai upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni sebagai cadangan bantuan bagi Basarnas saat melakukan operasi di lapangan utamanya pertolongan di permukaan air.

“Kami sadar bahwa Basarnas dengan keterbatasan sumber daya tidak bisa bekerja sendiri dalam membantu masyarakat di bidang pencarian dan pertolongan, karena itu dibutuhkan Potensi SAR dengan kemampuan yang cukup agar bisa membantu dalam pelaksanaan operasi SAR saat dibutuhkan,” jelas Djunaidi.

Pelatihan Potensi SAR di Permukaan Air (Water Recue) ini diadakan selama empat hari dari tanggal 22 sampai 25 Maret 2021 di Asrama Haji Sudiang dan dilanjutkan di Tanjung Bayang untuk aplikasinya.

Melibatkan 50 orang peserta yang terdiri dari Potensi SAR TNI, Polri, Organisasi SAR Mahasiswa, Organisasi Masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan.(rls)

Komentar

VIDEO TERKINI