Jelang Ramadan, Pemakaman Covid-19 di Gowa Mulai Didatangi Masyarakat

Selasa, 23 Maret 2021 21:02

Sebelum masuk ke pemakaman jenazah Covid-19 di pekuburan Macanda, Kabupaten Gowa, masyarakat diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan masker. (Ishak/fajar)

FAJAR.CO.ID, GOWA – Pemakaman khusus jenazah Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa mulai dikunjungi masyarakat. Hal itu terjadi sejak Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengeluarkan edaran tentang izin ziarah ke makam tersebut.

Surat edaran itu ditanda-tangani pada 12 Maret 2020. Dalam surat itu pula, para peziarah dibolehkan mendatangi makam keluarganya mulai pukul 09.30 sampai pukul 11.30 WITA. Lalu dilanjutkan pukul 15.30 hingga 17.30 WITA.

Pantauan di lokasi, sejumlah masyarakat berbondong-bondong menziarahi makam keluarganya yang meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Mereka tampak leluasa berjalan di antara makam, tanpa rasa takut ikut terpapar virus mematikan tersebut.

Kendati demikian, para peziarah yang datang diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke pemakaman. Termasuk kewajiban memakai masker setiap saat.

“Pemakaman Covid-19 di Gowa itu bisa dilakukan (ziarah) jelang Ramadan. Tentunya jelang bulan suci Ramadan. Tapi tentunya wajib terapkan protokol kesehatan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan, Selasa (23/3/2021).

Ziarah bagi para masyarakat ini juga akan ditingkatkan dari segi keamanan dari aparat kepolisian di sekitar wilayah pemakaman. Betapa tidak, para peziarah akan terus berdatangan menjelang bulan suci umat Islam ini.

Perwira polisi tiga melati ini juga memastikan, seluruh jenazah di pemakaman itu telah dimakamkan sesuai dengan keyakinan dan agama jenazah masing-masing, sehingga tak ada keraguan jika jenazah tersebut dimakamkan dengan asal-asalan.

“Kita sifatnya di sana patroli. Nanti jelang ramadan, tentu kita akan menambah personel untuk menjaga pemakaman di sana saat masyarakat ziarah,” tambahnya.

“Proses pemakaman jenazah ini juga sudah sesuai dengan protokol dan telah sesuai dengan agama (masing-masing) jenazah. Jadi tidak perlu lagi diragukan aplagi dibongkar ke tempat lain. Biarkan di tempat yang ditentukan pemerintah,” sambung Zulpan. (Ishak/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI