Agar Tak Terprovokasi, Polisi Sambangi Satu per Satu Rumah Warga

Kamis, 25 Maret 2021 16:34

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan terus melakukan pengamanan di sekitaran lokasi tawuran, Jalan Sabutung Raya, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

Pihaknya melakukan sosialiasi dengan cara bertamu ke setiap rumah warga. Di sana, polisi memberikan imbauan kepada warga agar tak terprovokasi oleh pihak luar yang menginginkan ada kerusuhan antar kelompok warga Cambayya dan Barukang.

“Kami turun karena banyak isu ke masyarakat di Barukang dan mempertanyakan ke kami apa benar Barukang akan diserang,” kata Kasat Sabhara Polres Pelabuhan, Iptu Asfada, Kamis (25/3/2021).

“Kami sampaikan bahwa isu itu tidak benar dan mohon untuk tidak terprovokasi. Kami dari polres ada standby dan ada yang melakukan patroli untuk menindak pelaku jika ada yang berani melakukan provokasi,” sambung perwira polisi dua balok ini.

Apalagi dalam aksi tawuran antar kedua kubu ini terjadi, akibat salah seorang warga Cambayya meninggal dunia usai terkena anak panah di bagian perut karena diserang para pelaku, yang masih dalam pengejaran polisi.

Perkembangan terkini, satu orang pelaku telah ditangkap. Dua orang lainnya masih dalam pengejaran.

Merekalah yang melontarkan anak panah ke arah korban bernama Rani, 16 tahun, warga Cambayya hingga tawuran di kawasan padat penduduk itu kembali terjadi antara Cambayya dengan Barukang, pada Rabu siang (24/3/2021) kemarin.

Sementara itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit Pelamonia. Sayang, di tengah perjalanan, dia meninggal dunia lalu dipulangkan ke rumah duka.

Dari pihak keluarga, jenazah korban menolak dilakukan otopsi. Tim medis dari Bidokkes Polda Sulsel hanya melakukan visum, untuk mencabut anak panah yang masih menancap di perut korban.

Rencananya, jenazah Rani dimakamkan di kampung halamannya pada hari ini, oleh pihak keluarga.

“Iya rencananya di Kabupaten Maros. Di sana kampungnya,” tambah Kapolres Pelabuhan, AKBP Muh Kadarislam. (Ishak/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI