Urgensi Vaksin Sosial dan Vaksin Biologis dalam Perang Melawan Covid-19

Sabtu, 27 Maret 2021 11:08

Urgensi Vaksin Sosial dan Vaksin Biologis dalam Perang Melawan Covid-19

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bidang Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin gelar diskusi interaktif via live streaming antara pakar dengan warga net (netizen).

Diskusi interaktif ini mengadopsi model podcast dengan menghadirkan peserta diskusi via zoom (26/3/2021) dengan tema “Urgensi Vaksin Sosial dan Vaksin Biologis pada Era Pandemi Covid-19”.

Diskusi dipandu oleh Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Nosakros Arya. Dan narasumber ahli menghadirkan Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D. yang berprofesi sebagai Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas dan juga sementara menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas.

Pada diskusi interaktif tersebut Prof. Sukri memaparkan tentang pentingnya vaksin biologis. Mengingat fenomena vaksin covid-19 menuai banyak pro dan kontra.

Setidaknya ada 4 (empat) manfaat vaksin biologis yang dikemukakan antara lain, menurunkan angka penderita dan kematian, mendorong terbentuknya kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat system Kesehatan masyarakat secara keseluruhan serta menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak social/ekonomi.

Kemudian pria kelahiran Tana Toa tersebut memaparkan juga pentingnya vaksin sosial bagi masyarakat dalam melawan covid-19. Pilihan kata “vaksin social” menjadi menarik karena selama ini yang dikenal hanyalah vaksin biologis atau vaksin covid-19.

Vaksin sosial sebenarnya adalah istilah yang dibuat oleh kalangan konsultan penanganan covid-19 dimana definisinya merujuk kepada penerapan protokoler Kesehatan. Jadi penerapan cuci tangan yang benar, menjaga jarak dan memakai masker itu adalah bagian dari vaksin sosial.

“Jadi selain 3M, sekarang juga berkembang metode 3T, yakni Testing, Tracing dan Treatment. Semua itu adalah upaya untuk menekan laju perkembangan covid-19. Oleh karena itu, kami para konsultan pengendalian covid-19 menyebutnya sebagai vaksin sosial. Di samping menggunakan vaksin biologis melawan covid-19, kita membutuhkan juga vaksin sosial!” papar Sukri.

Komentar

VIDEO TERKINI