Makassar Sulit Bebas Banjir

Senin, 29 Maret 2021 09:42

Pembangunan yang masif harus memperhitungkan area pembuangan air. Interkoneksi saluran air bisa menekan risiko genangan dan banjir. (TAWAKKAL/ FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kota Makassar sulit terlepas dari permasalahan banjir. Sangat rumit. Efek pembangunan dan lemahnya penegakan dan pengawasan aturan.

Makassar tumbuh pesat. Akan tetapi, belum sebanding dengan penataan sistem jaringan drainasenya. Tidak heran jika saat musim hujan genangan ataupun banjir menjadi trending topic di kalangan masyarakat.

Berdasarkan data, saluran atau drainase di Kota Makassar mencapai 3.233.250.000 meter. Ada beberapa sistem drainase di Kota Makassar.

Saluran sekunder yang paling dikenal adalah Kali Mawas. Kali ini berada di Jalan Mawas hingga Jalan Ampera. Panjangnya 1,33 kilometer dengan lebar lima meter dan bermuara langsung ke laut.

Lalu ada Kali Makassar. Saluran sekunder ini terhubung dengan saluran di Jalan Sungai Pareman, Gunung Merapi – Gunung Lompobatang, Sungai Poso, Sungai Cerekang, Sungai Kelara, M Yusuf, Jenderal Ahmad Yani, dan WR Supratman.

Khusus Kali Makassar memiliki panjang 2,33 kilometer dan lebar delapan meter. Lalu ada saluran sekunder lainnya yang berada di Jalan Muchtar Lutfi yang terhubung dengan beberapa saluran di wilayahnya dan langsung ke laut.

Kemudian, ada drainase yang terhubung dengan Jalan Mongonsidi, Jenderal Sudirman, hingga Jalan Haji Bau. Saluran ini juga bermuara ke laut.

“Semua saluran sekunder ini masih terjaga. Saluran ini posisinya sangat vital dan menjadi penghubung saluran tersier.

Luasannya masih terjaga. Saluran sekunder ini memang kami jaga betul. Kami pastikan tak boleh ada penyempitan,” kataTim Survei Lokasi PSDA Dinas PU Makassar, Hasrul Hasan.

Pendataan titik penutupan saluran semestinya dipetakan. Apalagi pembangunan cukup masif. “Intinya saluran utama yang kami keruk tak ada penyempitan. Terutama di saluran besar atau sekunder,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI