Makassar Sulit Bebas Banjir

Senin, 29 Maret 2021 09:42

Pembangunan yang masif harus memperhitungkan area pembuangan air. Interkoneksi saluran air bisa menekan risiko genangan dan banjir. (TAWAKKAL/ FAJAR)

Ia berharap pengembang harus memahami daerahnya. Pembangunan deker pun harus memperhitungkan kondisi air yang akan melintas. Jangan terjadi penyempitan.

“Semua harus diperhitungkan dengan baik. Juga, banyaknya hambatan di drainase tersier, sekunder ataupun primer harus dibenahi. Agar buangan air ke sungai atau laut semakin lancar,” paparnya.

Sinergitas antara pengelola drainase dan mengevaluasi kapasitas saluran sesuai denga luas daerah tangkapan hujan sangat dibutuhkan. Termasuk memperbanyak daerah retensi (resapan). Baik secara komunal maupun individual.

Karena itu, ia menilai perlu dipikirkan kembali tambahan kolam regulasi di hulu Sungai Tallo selain Waduk Pampang dan Nipa. Termasuk bagi pengembang. Pengembang juga perlu membuat kolam regulasi sesuai skalanya.

“Izin bangunan harus ketat. Perhatikan lokasi (sesuai tata ruang) dan elevasi banjir. Lalu kewajiban membuat kolam retensi komunal bila daerah terbangun sebelumnya merupakan daerah resapan atau retensi,” sarannya.

Banjir Pettarani

Sementara itu, Project Manager Proyek Tol Layang Makassar, Didi Rustadi mengatakan, penyebab banjir di Jalan AP Pettarani dikarenakan kondisi saluran yang memang bermasalah.

Kata dia, seharusnya saluran existing di Jalan AP Pettarani hanya menampung air hujan di area tersebut. Akan tetapi, saluran itu dipakai untuk pembuangan air hujan dan limbah di kawasan Pettarani.

“Dari situ ada penyimpangan kapasitas yang seharusnya dan saluran berubah fungsi dari saluran jalan menjadi saluran kawasan. Jadi memang outletnya yang tidak diperbaiki,” bebernya kepada FAJAR, kemarin.

Pembuangan dari tol layang ke saluran exsisting, tak hanya ke kawasan Sinrijala. Melainkan seluruh saluran di sepanjang Pettarani. Sehingga secara kapasitas, tak berbeda dengan sebelum adanya tol layang.

“Catchman area tidak berubah. Kalau bicara jaringan saluran harus ada perencanaan secara keseluruhan. Jangan sampai hanya menyalahkan satu pihak saja,” tambahnya.

Komentar

VIDEO TERKINI