Makassar Sulit Bebas Banjir

Senin, 29 Maret 2021 09:42

Pembangunan yang masif harus memperhitungkan area pembuangan air. Interkoneksi saluran air bisa menekan risiko genangan dan banjir. (TAWAKKAL/ FAJAR)

Kolam di Perumahan

Dihubungi terkait kontribusi pengembang terhadap masalah drainase di Kota Makassar, Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq mengaku sebelum membangun kawasan perumahan, pengembang sudah mengantongi peil banjir dari pemerintah.

Sehingga, kata dia, dampak banjir dari curah hujan tinggi dapat diminimalisasi. “Jadi kami membangun biasanya menyesuaikan dengan itu. Kalau peil banjirnya sudah keluar baru kami membangun,” katanya.

Ia menerangkan, sebetulnya di dalam suatu kompleks, pengembang juga sudah membuat drainase yang sesuai volume perumahan. Dalam kawasan perumahan, 60 persennya untuk komersil dan 40 persen area terbuka. Termasuk drainase.

“Jadi kami pasti bikin drainas ejuga. Biasanya karena ada pembangunan baru yang buka lebih tinggi, nah itu yang bikin tumpag tindih. Diperparah curah hujan yang tinggi,” paparnya.

Ia menegaskan, pengembang pastinya juga memikirkan solusi mengatasi dampak banjir di kompleks yang akan di bangun. Sebab, tidak ada pengembang yang dengan sengaja membangun tanpa memikirkan dampak banjirnya.

Sebab, dampaknya akan berpengaruh pada nilai jualnya. “Tidak laku rumah kalau kawasannya daerah banjir. Konsumen pasti memikirkan itu,” terangnya.

Sehingga lanjut dia, segala upaya pastinya akan dilakukan pengembang untuk mencari solusinya. Termasuk jika harus membuat juga kolam retensi.

“Kalau untuk kawasan atau yang luas lahannya harus bikin itu (kolam retensi). Apalagi daerahnya rawan. Tetapi, kalau yang hanya satu hektare (kecil) tidak mungkin kami bikin itu, jadi disesuaikan volume perumahannya juga,” bebernya. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI