Pembentukan Duta Advokasi: KTR- UBM Untuk Turunkan Perokok Terhadap Anak

Senin, 29 Maret 2021 08:59

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pengaruh teman sebaya terhadap keputusan anak untuk merokok menjadi latar belakang program Duta Advokasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Upaya Berhenti Merokok (UBM).

Duta KTR-UBM ini diinisiasi Hasanuddin Contact bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Diketahui, Duta KTR-UBM merupakan siswa SMP/MTs yang ada di Kota Makassar dan telah melalui proses seleksi. Untuk tahap awal terpilih sebanyak 20 siswa yang menjadi Duta KTR-UBM perwakilan masing-masing sekolah.

Setiap Duta KTR-UBM memiliki peran sebagai advokasi muda untuk optimalkan peraturan KTR dan menjadi konselor sebaya dalam mendukung program UBM di sekolahnya masing-masing.

Para duta tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak dan pengubah dalam mengatasi masalah rokok di Kota Makassar.

Bagaimana tidak, sekitar 3.2 juta anak merokok di Indonesia pada tahun 2018 dengan rata-rata mulai merokok pada usia 15-19 tahun (Riskesdas, 2018).

Di Kota Makassar anak mulai merokok pada usia 13 tahun dengan jumlah konsumsi rokok mencapai 8 batang per hari berdasarkan hasil Survei Hasanuddin Contact pada tahun 2018.

Lebih lanjut survei tersebut juga menemukan beberapa alasan anak merokok karena melihat teman sebaya merokok (77.6%), agar diterima oleh lingkungan pertemanan (59.7%), memiliki uang membeli rokok (49.3%), memiliki orang tua/kerabat yang merokok (48.6%), dan melihat iklan dan promosi rokok (31.3%).

Untuk itu para Duta KTR-UBM tersebut diberikan kapasitas melalui Workshop Duta Advokasi Smoke-Free dan Quit Smoking pada 27 Maret 2021 di Hotel Amaris Panakkukang.

Dalam workshop tersebut anak dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mendukung peran mereka sebagai duta.

Adapun materi Menjadi Peer Educator dan Youth Advocate disampaikan oleh R. Utami Setyorini, S.Sos., MM.

Komentar

VIDEO TERKINI