Kadis Kominfo Sulsel Didapuk Menjadi Pemateri Diskusi Publik Divisi Humas Polri

Kamis, 1 April 2021 17:34

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Kepala Dinas Komunikas, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo didapuk menjadi salah satu pemateri dalam Diskusi Publik yang digelar Divisi Humas Polri di Mercure Hotel Makassar, Rabu, 31 Maret 2020.

Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Komunikasi Publik di Tengah Pandemi Covid-19” tersebut dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik guna menuju Polri yang presisi.

Dalam kesempatan tersebut, Amson Padolo menyebutkan bahwa tantangan utama komunikasi publik saat ini adalah post truth, era di mana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran. Menurutnya, arus informasi yang berubah, bergerak, bertambah dan berkembang biak dengan sangat cepat dapat dimanfaatkan oleh kebohongan-kebohongan buatan yang akhirnya membuat kita merasa kalau kebohongan itu adalah sebuah kebenaran.

“Dalam masa krisis ini kita tidak boleh berhenti untuk menyampaikan dan menyebarluaskan kebaikan. Terus menerus mengkonsumsikan hal-hal baik secara massif, terpadu, kolaboratif dan tepat sasaran”, katanya.

Ditambahkannya lagi bahwa pada masa pendemi Covid-19, komunikasi publik mampu menyampaikan berbagai informasi terkini terkait Covid-19, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Komunikasi publik juga dapat membangun integritas persepsi antara publik dan pemerintah, memunculkan dukungan dan kepercayaan oleh masyarakat bagi program-program pemerintah, dan memobilisasi publik dalam melakukan aksi-aksi tertentu”, tambahnya.

Ia juga membagikan strategi komunikasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi pandemi Covid-19, seperti membuat posko Sulsel Tanggap Covid-19, koordinasi secara rutin dengan kabupaten-kota terkait penanganan Covid-19 dan mendorong percepatan vaksinasi, komunikasi secara formal maupun informal di setiap kegiatan kedinasan maupun sosial, menggunakan media konvensional, aplikasi, maupun sosial media untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan ajakan vaksinasi, serta memanfaatkan media massa cetak dan elektronik.

Komentar

VIDEO TERKINI