Pengadaan RFID, Ada Aroma Bisnis di DPRD

Kamis, 1 April 2021 10:22

Ilustrasi RFID Parkir. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penerapan sistem parkir elektronik di kawasan Gedung DPRD Kota Makassar dinilai sarat kepentingan. Termasuk aroma bisnis.

Sekretariat DPRD Kota Makassar menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk menerapkan security system atau parkir elektronik di kawasan gedung wakil rakyat itu. Hanya saja, spesifikasi system yang digunakannya masih dirahasiakan.

Berdasarkan penelusuran di sejumlah toko online, harga satu set mesin parkir elektronik jenis Parking Radio Frequency Identification (RFID) cukup bervariasi. Tergantung jenis yang diinginkan.

Di salah satu belanja online, harga termahal dengan spesifikasi lengkap bisa mencapai Rp56 juta. Sudah termasuk untuk akses masuk dan keluar.

Bahkan, dalam situs belanja itu di toko Bahana Security System (BSS) hanya dibanderol Rp23,5 juta. Belum termasuk harga jasa pemasangan instalasi.

Hanya saja, Sales Marketing Bahana Secury System, Tina saat dikonfirmasi, sistem yang memakai kartu atau disebut Parking Radio Frequency IDentification (RFID) bisa difungsikan sebagai absensi dikarenakan adanya nama dan id kendaraan dalam kartu.

“Kalau yang pakai kartu RFID kami jual Rp50 juta. Sudah termasuk sistem dan kartunnya. Jumlah kartu yang dipesan tidak dibatasi,” ujarnya.

Sementara itu, bos CV Batara Jaya, Hasran selaku rekanan pengadaan security system itu mengaku pengadaan mesin parkir itu ditaksir Rp85 juta. Hanya saja, ia tidak memiliki teknisi. Sehingga memakai jasa PT Bahana Security System (BSS).

“Barang kami yang punya. Untuk teknisinya saya pakai BSS dan itu lain lagi biayanya,” ucapnya.

Adapun sistem pengoperasiannya, kata dia, juga berbeda. Tidak include dengan unitnya. Sebab, harus melalui proses instalasi. “Sistemnya ini yang mahal. Karena yang akan melakukan instalasi kmai datangkan dari Yogyakarta,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI