Rompi KPK, Inovasi Luwu Utara Senilai Rp 125 Ribu

  • Bagikan

“Diibaratkan sebuah rumah, kalau pondasinya bagus dan kuat, insya Allah akan tetap kokoh sampai kapan pun,” ujarnya menambahkan.

Hal menarik lainnya adalah, bahwa ternyata inovasi Rompi KPK sudah sampai di telinga salah satu Komisioner KPK, Saut Situmorang.

Atto mengungkapkan, inovasi ini pernah ia utarakan di hadapan Wakil Ketua KPK tersebut dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 lalu.

“Inovasi ini pernah saya sampaikan ke salah satu komisioner KPK, Saut Situmorang, di Depok, Jawa Barat. Pada saat itu acara rembuk nasional, di mana beliau sangat mengapresiasi. Satu pesan beliau bahwa rompi ini jangan sebagai media hukuman, tapi sekadar media edukasi saja, karena psikologis anak masih rentan terhadap segala bentuk hukuman karena nanti bisa menjadi bahan bully-an teman-temannya,” ucap dia.

Nah, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk inovasi ini? Ia membeberkan, inovasi ini tak butuh biaya banyak. Kata dia, hanya pembuatan rompi dan bordir sulamnya yang butuh biaya. Itu pun tak seberapa, hanya Rp 25 ribu untuk satu rompi.

“Inovasi ini kita anggarkan hanya pembuatan rompi dan bordir sulamnya saja, sekitar Rp 25 ribu satu rompi. Jadi, satu sekolah kami sediakan 5 rompi edukasi senilai Rp 125 ribu. Itu pun khusus kelas 4 – 6 saja. Kemarin kita sudah rencana replikasi di sekolah lain di tahun 2020, tapi karena tidak ada pembelajaran tatap muka, sehingga kami tetap fokuskan dulu di SD Center,” tandasnya.

Satu masukan penting dari panelis untuk inovasi ini adalah menghilangkan kata “korupsi” dan menggantinya dengan kata lain yang lebih membumi dan lebih mengedukasi siswa SD. (rls)

  • Bagikan