Fokus Kembangkan UMKM Makassar, DPD Akumandiri Makassar Resmi Dilantik

Sabtu, 3 April 2021 14:57

Acara pengukuhan ini juga dirangkaikan dengan rapat kerja pengurus Akumandiri periode 2021-2025. (Zaki/fajar).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumandiri) Makassar, mengukuhkan 30 pengurus periode 2021-2025, di Hotel Melia, Jl Mappanyukki, Makassar, Sabtu (3/4/2021). Pengukuhan ini, juga menandakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Akumandiri Makassar resmi terbentuk.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Makassar, Evi Aprialty, dan Ketua Umum Akumandiri Sulsel, Bahtiar Baso.

Evi Aprialty mengucapkan rasa terima kasihnya, atas terbentuknya organisasi yang bisa mewadahi UMKM di kota Makassar, yang saat ini berjumlah 13077.

“Kami mengucapkan terima kasi sekali, karena kita ketahui bahwa UMKM adalah bisnis yang tidak pernah lepas dari perhatian pemerintah pusat, kota, bahkan kabupaten,” ujar Evi.

Menurut Evi, dalam program Makassar Recover besutan Walikota dan Wakil Walikota Makassar, salah satunya berfokus pada pemulihan ekonomi.

“Kami juga akan menyinergikan salah satu program pak wali, terkait pemulihan ekonomi, yaitu peningkatan 1000 skill pengusaha UMKM,” jelasnya.

“Pengusaha-pengusaha muda yang merupakan pengurus Akumandiri ini, bisa menjadi panutan bagi para pelaku usaha lainnya, terkait bagiamana menciptakan usaha yang inovatif, dan memiliki kemasan menarik,” lanjut Evi.

Evi berharap, ke depan organisasi ini bisa ikut membantu pemerintah untuk mengembangkan kualitas pelaku usaha di Makassar.

Sementara itu, Ketua Akumandiri DPD Makassar, Abdul Rivai mengatakan, akan membuka pintu selebar-lebarnya, bagi lembaga pemerintahan dan swasta, untuk berkolaborasi untuk membantu perkembangan pelaku usaha.

“Kami memiliki visi – misi, untuk membantu perkembangan pelaku UMKM di kota Makassar, dan ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota Makassar,” jelas Abdul Rivai.

Lanjut Rivai, pihaknya akan membantu program pemerintah, dalam meningkatkan skill dan kualitas UMKM yang ada. “Ini penting, apalagi di masa pandemi seperti sekarang, tentu diperlukan skill tambahan, seperti pemanfaatan teknologi untuk tetap menjalankan bisnis,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI