Diduga Ada Sabotase Program, Ketua RT-RW Harus Jelas

Kamis, 8 April 2021 11:19

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. (Abe Bandoe/Fajar)

Sikap Bijak

Pengamat Politik dan Pemerintahan, Andi Lukman Irwan meminta, Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto bisa bersikap bijak sebelum mengambil keputusan. Harmonisasi pemerintahan harus tetap dijaga.

Terutama peran perangkat pemerintahan di tingkat bawah. Terutama ketua RT dan RW. “Perlu cara-cara elegan seperti memanggil semua ketua RT dan RW untuk berembuk. Mereka mesti diberi kesempatan tiga bulan untuk membuktikan kinerja,” ucapnya.

Pola komunikasi yang efektif, juga mesti dibangun. Meski ada sikap berseberangan dengan kebijakan yang diambil, tetapi jangan sampai keputusan tersebut berpotensi menimbulkan gesekan.

“Semua sudah harus diperhitungkan. Tetapi, satu rasa setiap pimpinan telah memikirkan hal tersebut,” katanya.

Hal Biasa

Ketua RW 04 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Muhammad Kurnia mengatakan, pernyataan wali kota bukanlah hal yang mengejutkan. Pasalnya jauh hari setelah terpilih pihaknya sudah memdiprediksi hal itu tak bisa dihindari.

Menurutnya, itu hal yang biasa dalam politik dan pemerintahan. Hanya saja, beberapa hal yang menjadi catatan dari langkah-langkah kebijakan ini. Siapa yang mengusulkan posisi Plt RT/RW. “Apakah lurah atau tim sukses,” bebernya.

Selain itu, bagaimana kriteria ketua RT dan RW yang diusulkan. Apakah dari kalangan tim sukses atau berdasarkan kinerja. Ia menganggap, penilaian atas kinerja RT dan RW tak digeneralisasi. Melainkan melihat mereka yang berkinerja baik.

Pun, bahwa ada perbedaan dalam dukungan itu sangat biasa dalam dunia politik dan harus diterima. “Semoga yang menjadi Plt ketua RT/RW adalah lebih baik dari yang digantikannya dan tidak punya resistensi dengan warganya,” tambahnya. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI