Mayoritas Pengungsi di Sulsel Berasal dari Afghanistan

Kamis, 15 April 2021 10:43

Pengungsi

Soal pencari suaka, Dodi dengan tegas memerintahkan ketiga orang Srilanka itu untuk didetensi (ditempatkan di rumah detensi imigrasi) karena walaupun mereka memegang kartu pencari suaka dari UNHCR tetapi pihak UNHCR tidak pernah mengkomunikasikan hal tersebut kepada pihak imigrasi.

Dodi akan mengusulkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi agar ketika memberikan status pencari suaka (asylum seekers) atau status pengungsi (refugee), UNHCR berkomunikasi terlebih dahulu dan kemudian berbagi data ke Ditjen Imigrasi sebagai satu-satunya pengawal kedautan keimigrasian RI. “Kami akan tetap menyatakan seseorang asing itu imigran illegal dan kami akan mendetensikannya, jika data mereka tidak terdapat pada Ditjen Imigrasi,”bebernya.

Terakhir Dodi menyampaikan bahwa setelah pada tahun 2021 ini mendeportasi 3 orang WN Malaysia, selanjutnya ia mempersiapkan pendeportasian seorang perempuan WN Filipina yang telah diakui kewargegaraannya oleh Konsulat Jenderal Filipina di Manado. Kami masih dalam tahap penyiapan administrasi surat perjalanan (paspor/pengganti paspor) dan tiket penerbangan Makassar-Jakarta Manila dari pihak Konsulat Jenderal Filipina serta biaya PCR Testnya.

Mantan suami Deteni Elina (33 tahun) ialah WNI dan mereka dulu berkenalan ketika sama-sama tinggal di Kotakinabalu-Sabah, Malaysia Timur. Menikah di Gowa beberapa tahun lalu sedangkan kedua orang tua Elina berasal dari Filipina yg saat ini masih tinggal di Sabah. (*)

Komentar

VIDEO TERKINI