Menteri dan Kepala Daerah Perempuan Bahasa Akses Kesetaraan

Kamis, 22 April 2021 14:26

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Memperingati hari kartini, Universitas Terbuka menggelar Knowledge Sharing Forum (KSF) 2021, dengan menghadirkan perempuan hebat sebagai pembicara. Selain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indirani juga hadir membahas akses terhadap kesetaraan yang menjadi topik utama dalam KSF itu.

” Kesempatan yang setara adalah keadaan keadilan di mana individu diperlakukan sama, tidak terhalang oleh hambatan atau prasangka atau preferensi buatan, kecuali jika perbedaan tertentu dapat secara eksplisit dibenarkan,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengawali pembicaraanya dalam forum KSF itu. Kamis (22/04/2021)

Indah yang menjadi pembicara keempat setelah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid dan Bupati Brebes, Idza Priyanti. Kata Indah keadilan bagi semua sangat diperlakukan, tidak melihat perempuan atau laki-laki, tidak melihat agama suku dan ras.

“Kita bersyukur hidup di negeri yang memberikan kesempatan tidak hanya kepada jenis kelamin tertentu saja. Tadi kita bersama mulai dari ibu menteri luar negeri, Bupati Nunukan dan Bupati brebes menyampaikan betapa mereka mendapatkan peluang, tidak menjadi bagian dari masalah. Tetapi menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dihadapi di dalam pelaksanaan tugas masing-masing,” jelas Indah.

Kata Indah hal itu merupakan bagian dari kesetaraan kesempatan, atau equal opportunity. Akan tetapi tetapi tantangan kedepan masih cukup banyak, secara politik kita melihatnya jika bicara pengalaman kesempatan yang diberikan oleh negara, kepada kaum perempuan sangat luar biasa.

” Akan tetapi kendalanya kadang terdapat pada perempuan itu sendiri, bagaimana mereka meningkatkan kompetensi, kualifikasi yang dimilikinya,” tutur ibu dua anak itu.

Peran perempuan juga sangat menentukan diberbagai bidang. Bidang kesehatan misalanya, dimasa pandemi ini menunjukkan bahwa perempuan berada di garis terdepan, ada sekitar 70% perempuan sebagai tenaga kesehatan mulai tenaga dokter, perawat dan tenaga medis lainya berperan sangat aktif di dalam penanganan pandemi, termasuk di dalam upaya untuk memutus mata rantai dari penyebaran covid-19.

Komentar

VIDEO TERKINI