Tekan Korban Jiwa dan Kerugian Materi, Perlu Posko Damkar

Kamis, 22 April 2021 10:53

Korban kebakaran di Desa Lamuru, Kecamatan Tellu Siattinge, berada di atas puing-puing rumahnya yang habis dilalap si jago merah. Pada peristiwa itu, sebanyak 14 rumah hangus dan dua warga meninggal dunia. (AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Dalam tiga bulan terakhir, Kabupaten Bone dilanda bencana kebakaran cukup besar. Sayangnya, posko pemadam kebakaran (damkar) terbatas, api terlambat dijinakkan.

Di antara kebakaran yang terjadi, ada dua korban jiwa. Bone memiliki 27 kecamatan. Tidak semua kecamatan bisa dijangkau oleh petugas damkar yang jumlahnya terbatas. Hanya ada lima posko damkar yang tersedia.

Masing-masing berada di Kecamatan Tanete Riattang (kota), Kecamatan Tonra, Kecamatan Kahu, Kecamatan Lapri, dan Kecamatan Ajangale. Serta satu posko damkar di Kecamatan Ulaweng.

“Masing-masing posko damkar punya 21 sampai 24 personel. Tiga regu, satu pleton. Dilengkapi dua mobil, mobil penyiram, dan penyuplai,” jelas Kasi Informasi dan Pengolah Data Damkar Bone, Pamiluddin saat ditemui di kantornya, Rabu, 21 April.

Idealnya, setiap tujuh kilometer persegi, ada satu posko damkar yang bersiaga. “Jika dikalikan dengan 27 kecamatan Bone butuh 54 mobil. Itu minimal. Yang ada sekarang total armada hanya 13 unit. Tahun ini ada penambahan satu mobil tangki,” tambah pria yang akrab disapa Fahmi ini.

Anggota Komisi I DPRD Bone, Ade Ferry Afrisal menuturkan, pihaknya sudah meminta agar posko damkar ada di setiap kecamatan. “Kalau belum sanggup, minimal di beberapa kecamatan, ada posko damkar yang bisa menjangkau kecamatan sekitarnya dengan lebih cepat,” ucapnya.

Ia menambahkan, ada rencana pihaknya bertemu Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman untuk minta bantuan mobil damkar. “Mudah-mudahan ada bantuan masuk ke Bone,” sebutnya. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI