Relawan Warung Sedekah Makassar, Beli Penganan Lalu Dibagi Gratis

Senin, 26 April 2021 16:37

Mereka menempuh cara berbeda dalam membantu sesama. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampui.

Laporan: DEWI SARTIKA MAHMUD

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Begitulah kira-kira perumpaan Relawan Warung Sedekah Makassar. Mereka memborong makanan penjual tak laku, bukan untuk dijual kembali. Melainkan dibagikan kepada pengendara yang lewat di jalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Mereka rata-rata anak muda. Ridho Nugraha di antaranya. Ia tengah berdiri di sekitaran jalan raya mengamati beberapa penjual yang dagangannya tak habis, Sabtu sore, 24 April.

Ia bersama teman-temanya mendekati tiga warung makan. Ada yang menjual khusus ayam lalapan, nasi goreng, dan ayam geprek. Tiga menu berbeda.

“Pak saya bungkus semua makanan yang ada, Pak,” ujar Ridho Nugraha sembari menunjuk menu-menu tersebut.

Setelah rampung, ia bergegas ke warung kedua dan ketiga. Semua makanan diborongnya. Total ada 300 porsi, terdiri dari 88 porsi ayam geprek, 125 porsi ayam lalapan, serta 94 porsi nasi goreng.

Tak lupa pembayaran diselesaikan di tiga warung tersebut. Beberapa lembar uang pecahan Rp100000 ia keluarkan dari dompetnya.

Sekitar 20 menit, semua makanan telah selesai dibungkus. Waktu menunjukkan pukul 17.25 Wita. Makanan tersebut kemudian diangkat ke pinggir jalan oleh Ridho dan teman-temannya.

Beberapa pengendara yang lewat di jalan, mereka panggil dengan lambaian tangan. Satu per satu bungkusan dibagikan secara gratis. Hingga yang sisa hanya kantongan besarnya saja.

“Alhamdulillah sudah berbuka,” ucap Ridho sambil meneguk air putih yang ada di tangannya.

Ridho dan teman-temannya tergabung dalam Komunitas Warung Sedekah Makassar. Sudah dua tahun lebih aktif menggalakkan aksi sedekah.

Ketika ramadan, aksi memborong jualan pedagang yang tidak laku kemudian dibagikan secara gratis rutin dilakukan. Kegiatan yang sempat mencuri banyak perhatian banyak orang.

“Kemarin yang sempat viral kita borong makanan pedagang. Tujuannya untuk membantu UMKM, atau penjual yang makanannya tidak laku,” tutur Ridho yang juga Founder Warung Sedekah Makassar.

Sasaran dari kegiatan tersebut bagaimana memberi keuntungan kepada pedagang dan juga membantu masyarakat berupa makanan gratis. Makanya diberi nama Bagi-bagi Berkah.

Ridho bercerita, komunitas Warung Sedekah Makassar ini bukan warung profit. Jadi, dana yang masuk murni dari donatur. Tiap kegiatan yang akan dilakukan, relawan membuka donasi. Yang tidak bisa donasi uang, bisa bentuk barang maupun tenaga (relawan).

“Program-program berbagai macam. Kalau dari awal itu kita buat ada namanya sedekah pendidikan, ini untuk bantuan ke anak-anak pelosok berupa peralatan sekolah,” ucapnya.

Ada juga kegiatan berbagi beras yang baru delapan pekan jalan. Beras ini dibagi khusus untuk panti asuhan. Salah satu yang dilakukan lagi, yakni buka puasa.

Jelang buka puasa pada 12 Ramadan, mereka meyisir lorong Masjid Nahdatussa’adah yang berada di Kompleks Patompo, Jalan Cendrawasih III, Kelurahan Panambungan Kecamatan Mariso.

Wahyu (50), salah seorang masyarakat sekitar kompleks berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan tiap tahun. “Apalagi, ada doorprize-nya,” ucap Wahyu. (*/zuk)

Komentar

VIDEO TERKINI