Disdikbud Jeneponto Peringati Hardiknas Secara Sederhana

Senin, 3 Mei 2021 10:11

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO–Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) berlangsung secara sederhana bertempat di aula guru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Minggu (2/5/2021).

Kegiatan dilakukan dengan mengikuti upacara yg berlangsung di Kemdikbudristek Jakarta secara virtual.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto Nuralam Basir dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momentum bagi para insan pendidikan untuk merefleksi berbagai upaya yang telah dilakukan untuk memajukan pendidikan di Jeneponto.

“Baik melalui pembelajaran jarak jauh dengan cara daring dan luring telah dilaksanakan serta berbagai strategi yang dilakukan oleh para tenaga pendidik dan kependidikan di tengah pandemi Covid-19, dimana pembelajaran tatap muka tidak diizinkan oleh pemerintah,” katanya.

Nuralam juga mengapresiasi peran PTK (guru, Kepala sekolah, pengawas dan Korwil) dalam menyampaikan bahan ajar kepada para peserta didik dimasa sulit sampai diselenggarakannya Ujian Sekolah akhir semester baru2 ini dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam kaitan itu Nuralam mengingatkan kepada para guru dan kepala sekolah untuk memperhatikan betul kepesertaan ujian sesuai Dapodik.

“Bila ada yg tidak hadir cari sampai dapat, buat ujian susulan tegasnya, tujuan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan agar tidak ada yang putus sekolah. Punna parallu boya jarungi (bila perlu seperti mencari jarum),” ungkapx dalam bahasa Makassar.

Dihadapan para pengawas sekolah, perwakilan MKKS SMP dan K3SD, dia mengingatkan bahwa instruksinya 3 tahun lalu tentang larangan perayaan kelulusan di sekolah (SD dan SMP) masih berlaku.

“Tidak boleh ada acara perayaan kelulusan karena sesungguhnya mereka belum lulus hanya pindah kelas dari kelas VI ke kelas VII di SMP dan kelas IX ke kelas X di SMA sederajat. Hal ini agar menghilangkan kesan psikologis di masyarakat khususnya ortu siswa bahwa anaknya sudah lulus sehingga bisa membantu pekerjaan ortu atau menikah, pada sisi lain tambahnya hal ini akan mendorong rata-rata lama sekolah yang berdampak pada IPM,” jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI