DP Imbau Salat Id di Lingkungan RW Setempat, Azwar: Sudah Tepat, Tinggal Prokes

Sabtu, 8 Mei 2021 13:37

Anggota DPRD kota Makassar, Azwar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anggota DPRD kota Makassar, Azwar menyebut Kebijakan Wali Kota Makassar untuk tidak menggunakan lapangan Karebosi untuk salat Idul Fitri sudah tepat. Hal tersebut dikarenakan potensi penyebaran Covid-19 bisa lebih tinggi jika melakukan kerumunan dengan jumlah orang yang banyak.

Diketahui Pemkot Makassar menyarankan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri di lingkungan RW setempat. Bisa di jalan atau lapangan di sekitar lingkungan masyarakat.

“Terkait kebijakan wali kota Makassar tentang salat idul Fitri itu sudah bagus, setuju juga Karebosi itu tidak digunakan karena jumlahnya bisa besar. Sudah tepat jika pelaksanaan salat eid berbasis RT/RW dan sudah sesuai Sunnah juga kalau salat di lapangan,” ujar Azwar kepada Fajar.co.id, Sabtu (8/5/2021).

Kendati demikian, Azwar mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, selain itu pemerintah kota harus menyiapkan petugas di lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri.

“Tapi kita ingatkan tetap menjalankan protokol kesehatan dan harus ada petugas yang mengingatkan protokol kesehatan di tempat ibadah itu,” ucap Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Makassar tersebut.

Ia pun mengingatkan pemerintah kota Makassar harus terus berkomitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang masif di kota Makassar.

“Harus selalu ada (prokes), itu komitmen kita, selama masih pandemi pemerintah kota harus berkomitmen. Sudah tepat kebijakan tersebut, tapi tetap diadakan protokol Kesehatan di RW tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengimbau pelaksanaan salat Idul Fitri dilaksanakan di RW setempat.

“Untuk salat Ied tahun ini mari kita gunakan kesyukuran kita merayakan kemenangan di tempat terbuka. Maka saya putuskan menggunakan jalan-jalan besar di setiap RW. Tidak boleh menggunakan masjid. Kalau ada jalan besar di samping masjid boleh digunakan itu. Kita ini per klaster RW. Jadi tidak ada kerumunan yang berlebih di satu tempat. Makanya kenapa kita tidak memakai Karebosi,” ungkap Danny Pomanto.

Komentar

VIDEO TERKINI