Omzet Perusda Berdampak Serius ke TPP ASN

Sabtu, 8 Mei 2021 17:09

Sejumlah tenaga kontrak atau honorer (abu-abu) berjalan menuju masjid saat tiba waktu salat zuhur di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 26 Januari. Tahun ini pemprov memutuskan memangkas upah honorer karena dianggap membebani APBD. (ABE BANDOE/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Perusda yang tak kunjung menyetor dividen membawa implikasi besar bagi pemkot. Tunjangan ASN berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) terpengaruh.

Helmy menjelaskan, agar TPP Mei bisa normal, maka capaian PAD berjalan harus menyetuh di angka Rp250 miliar. Sementara Bapenda yang jadi tulang PAD di sektor pajak realisasinya Rp233 miliar.

“Sampai April masih aman. Kalau untuk Mei kita lihat progres pendapatan daerah yang masuk. Kalau memang belum capai target maka akan ada simulasi untuk pengurangan (tunjangan),” katanya.

Salah satu yang bisa menopang adalah perusda. “Namun, sayangnya perusda belum ada setor (dividen). Padahal kita harap perusda ini mendorong pendapatannya sehingga bisa memacu pendapatan daerah,” pungkasnya. (rdi/zuk)

Komentar

VIDEO TERKINI