FGD Bersama Deputi BI Sulsel, Sekda Abustan Paparkan Keunggulan dan Potensi Barru

  • Bagikan

Mengejutkan, sebab Pimpinan BI Sulsel ini justru menyebut bahwa mengenal dengan baik sektor pariwisata Barru semisal Celebes Canyon dan Highland Lappalona.

"Saya sukanya di daerah atas, di Celebes Canyon, kalau ada tamu dari Jakarta, saya bawa ke sana, bahkan saya pernah berkendara sama saudara susuri jalan (Pujananting) sampai tembus camba," tukasnya sembari memaparkan bahwa perluasan peran Bank Indonesia Sulsel sebagai regulator investor relations unit (RIRU), melalui skema kebijakan internasional Pemerintah RI.

Pejabat yang hobby traveller ini, mengurai bahwa selain kebutuhan pembiayaan internasional, Bank Indonesia juga memiliki misi dalam reformasi struktural dalam peningkatan daya saing nasional, kemandirian ekonomi, dan pembiayaan pembangunan.

Terungkap, bahwa lahirnya Undang-undang Cipta Kerja yang salah satu turunannya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 40/2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus mewajibkan Pemda berfikir cerdas dan mengatur strategi untuk menyiapkan lahan, seperdua dari tapak rencana dalam grand desainnya.

"Setelah adanya PP 40/2021 yang sekarang menjadi acuan, didalamnya mengatur bahwa lahan untuk rencana pengembangan kawasan, minimal 50 persen harus dikuasai dan harus bersertifikat, untuk ini, Ada 2 fokus kita, Barru dan Bantaeng, untuk kerjasama dengan KIMA," ungkap Wakil dari Bappelitbangda Pemprov Sulsel.

Realita regulasi baru ini, memperkaya pengetahuan dan membuat Pemda harus semakin terarah, step by step dimulai dari pengembangan kawasan industri Barru.

  • Bagikan